Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

25 Siswa Kuliah Gratis dan Dapat Kesempatan Kerja, Ini Daftarnya

Kompas.com, 14 Juli 2023, 06:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Beasiswa Sevima Mencari Siswa Bertalenta (Semesta) memberikan kesempatan kuliah gratis di bidang Informasi dan Teknologi (IT) bagi 25 anak se-Indonesia dengan total hadiah hingga Rp 1 miliar.

CEO Sevima Sugianto Halim mengatakan Beasiswa Semesta merupakan salah satu program unggulan Education Technology Sevima, yang secara konsisten diselenggarakan setiap tahun. Tahun 2023 ini merupakan kali kelima (batch 5) Beasiswa Semesta diadakan.

Menurut Sugianto, misi Perusahaan adalah konsisten mendukung pemerataan pendidikan dengan memberikan kesempatan bagi siswa-siswi SMA dan SMK seluruh Indonesia yang memiliki talenta di bidang IT, untuk kuliah gratis, dan beberapa yang memenuhi syarat juga diberi kesempatan kerja serta gaji tiap bulan.

"Kami berharap beasiswa ini dapat membantu mereka dalam mengejar pendidikan tinggi sesuai dengan minat dan potensi yang mereka miliki," kata Halim saat rangkaian acara Beasiswa Semesta Batch 5, Kamis (13/7/2023).

Baca juga: Petrokimia Gresik Buka Pendaftaran Beasiswa Petani Muda, Ini Syaratnya

Beasiswa Semesta dilaksanakan dengan seleksi secara ketat. Tercatat lebih dari 7.000 siswa dari berbagai pulau di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi, mendaftar untuk mengikuti beasiswa ini.

Seleksi terdiri atas tahap administrasi, computer based test, hackaton (membuat aplikasi atau melakukan aktivitas pemrograman dalam satu hari), dan wawancara.

Beasiswa Semesta memfokuskan pada empat bidang terkait IT, yaitu programmer, design, develops, dan support.

Mereka nantinya akan berkuliah di perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan Sevima seperti BINUS University, Universitas Siber Asia, Universitas Insan Cita Indonesia, dan masih banyak lagi.

Berikut siswa yang meraih Beasiswa Semesta Batch 5 tahun 2023:

  1. Joshua Tanri - SMK Kristen Immanuel 1 Pontianak, Kalimantan Barat
  2. Aydin Ilham Pramasta - SMK NEGERI 8 Semarang, Jawa Tengah 
  3. Muhammad Ma'ruf Ilyasa' - SMK N 1 Bantul, D.I. Yogyakarta
  4. M. Yusuf Abdillah - SMKN 1 Ciomas, Bogor, Jawa Barat
  5. Muhammad Yunus Anshari - SMAN 2 Bandung, Jawa Barat
  6. Wahyu Agung Laksono - SMK Negeri 2 Surabaya, Gresik, Jawa Timur
  7. Faisal Dzulfikar - SMKN 1 Katapang, Bandung, Jawa Barat
  8. Indah Oktaviana - SMAN 1 Sukaresmi, Bogor, Jawa Barat
  9. Marcelino Syah Pratama - SMKN 4 Malang, Jawa Timur
  10. Fabyan Yastika Permana - SMKN 5 Malang, Jember, Jawa Timur
  11. Inkra Andini Firmansyah - SMK Telkom Malang, Jawa Timur
  12. Muhammad Dimas Ansori - SMK Gajah Mada Banyuwangi, Jawa Timur
  13. Muhammad Farizi Dwi Permadi - MAN 1 Ketapang, Kalimantan Barat
  14. Maria Angelina Handoko - SMA Katolik Karitas III Surabaya, Jawa Timur
  15. Rendy Prasetya - SMKN 1 Sidoarjo, Jawa Timur
  16.  Andrian Wicaksono - SMK Fatahillah Bogor, Jawa Barat
  17. Saif Rayhan Naufal - SMAN 4 Kota Serang, Banten
  18. Atika Mutia Sabila- MAS Sunan Pandanaran, Magelang, Jawa Tengah
  19. Faidatul Ela Astia Ningsih - SMKN 4 Malang, Jawa Timur
  20. Kukuh Cito Angga Brilliant - SMK Pluit Raya Jakarta Utara, D.K.I. Jakarta
  21. Hary Miftah Fauzan - SMKN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat
  22. Yoga Aditya Purnama Putra - SMK Telkom Malang, Jawa Timur
  23. Alief Maulana Rizky - SMK Telkom Malang, Jawa Timur
  24. Ilham Azis - SMK Telkom Sandhy Purta Magetan, Jawa Timur
  25. Kinie Kurnia Kusuma - SMKN 4 Makassar, Sulawesi Selatan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau