“Namun, khusus untuk transplantasi, tantangannya ada di monitoring. Jadi biasanya banyak yang merasa transplantasinya sudah berhasil,” katanya.
Karena itu, ia dan tim mendorong keterlibatan masyarakat sejak awal, termasuk dalam memilih lokasi perbaikan karang.
Menurut Ofri, masyarakat biasanya tahu tempat-tempat yang sebelumnya melimpah ikan sebelum karangnya rusak. Maka saat lokasi tersebut diperbaiki, mereka akan lebih bersemangat melakukan pemantauan karena bisa langsung merasakan manfaatnya setelah karang kembali sehat.
Terakhir, Ofri menekankan bahwa ekosistem terumbu karang yang sehat mampu mendukung ketahanan pangan, terutama melalui ikan-ikan berkadar protein tinggi seperti ikan kakap dan kerapu.
Selain itu, meskipun tidak secara langsung berperan dalam ketersediaan ikan-ikan pelagis—seperti teri, sarden, dan kembung—ekosistem terumbu karang yang sehat sering dijadikan tempat berkembang biak, mencari makan, dan berlindung bagi spesies tersebut, sehingga memudahkan nelayan dalam menangkapnya.
Baca juga: Di Konferensi Laut Dunia, Indonesia Janji Lindungi Terumbu Karang dari Krisis Iklim
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya