Penulis
KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bagian dari Philip Morris International (PMI), menginvestasikan Rp 5,3 triliun dalam pembangunan fasilitas produksi produk bebas asap di Karawang, Jawa Barat.
Investasi ini juga termasuk pembangunan Advanced Laboratorium sebagai tempat pengujian kualitas produk yang hanya ada dua di dunia, Karawang dan Bologna, Italia.
Kamis (3/7/2025), Kompas.com berkesempatan melihat fasilitas tersebut di Karawang, tepatnya bagian production facility yang menjalankan proses produksi batang tembakau hingga siap ekspor, serta Advanced Lab.
Di dalam fasilitas produksi yang padat teknologi tersebut, ada berbagai mesin yang digunakan untuk memproduksi batang tembakau, mulai dari awal hingga hingga pengepakan.
Dalam beberapa periode per tahun, sebagai proses quality control, tembakau yang diproduksi akan dievaluasi kualitasnya di Advanced Lab.
Advanced Lab di Indonesia sendiri tidak hanya memeriksa kualitas produksi lokal, tetapi juga tujuan ekspor seperti Armenia, Azerbaijan, Jepang (duty free), Kazakhstan, Maldives, Malaysia, Nepal, New Zealand, Filipina, Pakistan, Korea (duty free), dan lainnya.
Baca juga: Susu Terancam Panas Ekstrem, Produksinya Turun 10 Persen oleh Iklim
Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, mengatakan, "Ada 200 tenaga ahli Indonesia yang bekerja di Advanced Lab, berkontribusi untuk dunia."
Beberapa posisi strategis di Advanced Lab dipercayakan kepada orang yang berpendidikan master dan doktor.
Head of Quality Sampoerna Nikolas Widhi Ananggadipa, mengungkapkan bahwa laboratorium di Karawang adalah salah satu dari dua SuperLab PMI di seluruh dunia.
“Sampoerna terpilih menjadi salah satu dari dua SuperLab PMI di dunia,” jelasnya.
Sejak 2008, PMI telah berinvestasi lebih dari USD 12,5 miliar untuk riset, pengembangan, manufaktur, dan komersialisasi produk tembakau bebas asap. Upaya ini didukung oleh lebih dari 1.500 ilmuwan, teknisi, dan staf pendukung kelas dunia, termasuk dari Indonesia.
Salah satu produknya adalah perangkat yang memanaskan batang tembakau asli tanpa pembakaran, sehingga dinyatakan menghasilkan zat kimia 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok.
Baca juga: Perubahan Iklim Pengaruhi Kesehatan Ibu Hamil
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya