JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai bagian dari upaya menghadapi krisis iklim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (Ditjen PRL) menjalin kerja sama dengan Konservasi Indonesia untuk memperkuat tata ruang laut adaptif perubahan iklim dan pengembangan kawasan karbon biru, salah satu solusi alami penyerap emisi karbon.
Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan penataan ruang laut dan pengembangan kawasan ekosistem karbon biru, serta mendukung komitmen global 30 persen atau setara dengan 97,5 juta hektare perlindungan kawasan konservasi perairan (Marine Protected Area/MPA) dalam konservasi ekosistem pesisir dan laut.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, mengatakan bahwa pihaknya akan menyusun berbagai dokumen zonasi ruang laut, baik di kawasan antarwilayah, kawasan strategis nasional (KSN), maupun kawasan strategis nasional tertentu (KSNT).
Selain itu, KKP akan menyiapkan pedoman teknis untuk cadangan karbon biru, melakukan analisis daya dukung dan biaya-manfaat, serta menyusun profil kawasan karbon biru di sejumlah lokasi prioritas.
Baca juga: Konservasi Laut Jadi Strategi KKP Hadapi Ancaman Krisis Pangan
“Langkah ini akan diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), agar ruang laut dimanfaatkan secara efisien, adil, dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi,” ujar Kartika dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan setiap kebijakan tata ruang laut ke depan berpijak pada dasar ekologi yang kuat dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Ini merupakan bagian penting dari strategi transformasi sektor kelautan,” tambahnya.
Vice President Program Konservasi Indonesia, Fitri Hasibuan, mengatakan pihaknya akan mendukung pemerintah dari sisi teknis dan data, termasuk dalam proses identifikasi dan pemetaan lokasi-lokasi potensial karbon biru di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Baca juga: Kolaborasi Antar-Organisasi Dibentuk untuk Efektifkan Konservasi Laut
“KI juga akan mendukung penyusunan zonasi rinci, analisis daya dukung karbon biru, serta pengembangan sistem informasi pemanfaatan ruang pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujar Fitri.
Perjanjian kerja sama ini akan berlaku selama tiga tahun, dan diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi biru yang adil dan berkelanjutan, dengan keterpaduan pengelolaan antara ruang laut dan darat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya