Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 Juli 2025, 14:37 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lima Desa Sejahtera Astra di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan pelepasan ekspor 10 ton ubi secara simbolis ke Malaysia dan Singapura di Agribusiness and Technology Park (ATP) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Selasa (22/7/2025).

Kelima desa itu adalah Desa Benteng, Bojong Jengkol, Dukuh, Pamijahan, dan Tapos.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan bahwa inisiatif itu merupakan bagian dari komitmen Astra bersama IPB untuk mendampingi masyarakat desa agar tumbuh dan mengembangkan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan.

“Melalui sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, kami ingin mendorong terciptanya produk bernilai tambah dari desa. Ekspor ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir,” ujar Boy dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/7/2025).

Seremoni pelepasan ekspor komoditas ubi jalar ke Malaysia dan Singapura oleh Desa Sejahtera Astra Bogor yang berlangsung Selasa (22/7/2025) ditandai dengan pemecahan gendi di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPBAstra Seremoni pelepasan ekspor komoditas ubi jalar ke Malaysia dan Singapura oleh Desa Sejahtera Astra Bogor yang berlangsung Selasa (22/7/2025) ditandai dengan pemecahan gendi di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB

Untuk diketahui, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa Dr H Yusra, Rektor IPB Arif Satria, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor Andri Hadian, serta Department Head Corporate Social Responsibility (CSR) Strategic Astra Triyanto.

Baca juga: Bersama IPB, Desa Sejahtera Astra Berdayakan Masyarakat di Pemalang lewat Perhutanan Sosial

Sebelum seremoni, para tamu undangan juga melakukan kunjungan lapangan ke salah satu desa penghasil ubi dan rumah kemas. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara ekosistem bisnis ubi dan mitra offtaker untuk memperkuat keberlanjutan ekspor ke depan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Desa Sejahtera Astra dan IPB atas keberhasilan ekspor ini. Semoga menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi nasional dan daerah,” ucap Fajarini.

Adapun pendekatan yang digunakan adalah model ekosistem bisnis. Dengan metode ini, petani dari lima desa mendapatkan pendampingan intensif.

Kegiatan panen ubi jalar oleh masyarakat di salah satu Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari inisiatif ekspor yang telah berkontribusi dalam menciptakan 160 lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan petani hingga 100 persenAstra Kegiatan panen ubi jalar oleh masyarakat di salah satu Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari inisiatif ekspor yang telah berkontribusi dalam menciptakan 160 lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan petani hingga 100 persen

Pendampingan mencakup budidaya terstandar, pengolahan pascapanen, serta pembukaan akses pasar lokal dan ekspor. Produk yang diekspor meliputi berbagai varietas ubi, seperti ubi ungu, ubi madu, ubi beniazuma, dan ubi oren, serta produk olahan, seperti keripik, selai, dan pasta ubi.

Baca juga: FIFGROUP Kembangkan Kampung Berseri Astra Binaan Kedua di Sumatera Barat

Hingga pertengahan 2025, total ekspor ubi dari Desa Sejahtera Astra di Bogor telah mencapai lebih dari 65 ton dengan rata-rata pengiriman 10–13 ton per bulan. Sekitar 90 persen hasil panen petani terserap oleh pasar,dan 50 persen di antaranya berhasil masuk ke pasar ekspor.
Inisiatif tersebut juga telah menciptakan lebih dari 160 lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan petani hingga dua kali lipat.

Boy menegaskan bahwa dukungan Astra terhadap penguatan ekonomi desa melalui program Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

“Hingga kini, Astra telah membina lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” imbuh Boy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
SMKN 3 Tenggarong Dapat Hibah Alat Berat dan Fasilitas K3 dari United Tractors
SMKN 3 Tenggarong Dapat Hibah Alat Berat dan Fasilitas K3 dari United Tractors
Swasta
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
SPPG Palmerah Punya Greenhouse, Tanam Hidroponik hingga Budidaya Ikan untuk MBG
Pemerintah
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
Peneliti Ciptakan Energi Listrik dari Urin, Berpotensi Jadi EBT Baru
LSM/Figur
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
Studi Sebut Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer pada Lansia
LSM/Figur
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
1 Hektar Hutan Tropis Hasilkan 2,4 Juta Liter Hujan Tiap Tahun
LSM/Figur
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
AI Bikin Jaringan 5G Lebih Hemat Energi, Bantu Capai Target ESG
LSM/Figur
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Angka Kematian Ibu Meningkat Drastis di Wilayah Konflik dan Rentan
Pemerintah
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
Profesional Muda Ingin Industri Periklanan Melek Literasi Iklim
LSM/Figur
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
Jelang Ramadhan, Listrik di Aceh Masih Padam dan Warga Harus Jalan Kaki demi Bantuan
LSM/Figur
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah Buka Akses Pembiayaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas 'Waste to Energy' Danantara
24 Perusahaan Ikut Tender Pembangunan Fasilitas "Waste to Energy" Danantara
Pemerintah
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
AI Diklaim Cegah Kerusakan Iklim, Benarkah?
LSM/Figur
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
Polusi Nitrogen Ganggu Penyerapan Karbon dan Ritme Respirasi Hutan
LSM/Figur
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
Siswa MAN 1 Kendari Olah Limbah Kulit Udang dan Kepiting Jadi Kemasan Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Jakarta Utara Harus Jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional, Ini Alasannya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau