Penulis
Pada 2024, Hadi resmi bergabung sebagai petani binaan dalam program Agrosolution Pupuk Kaltim.
Melalui program ini, dia mendapat pendampingan intensif tentang pertanian presisi mulai dari pentingnya mengukur pH tanah sebelum menanam, teknik pemupukan berbasis kebutuhan tanah dan tanaman, hingga menyesuaikan jenis dan dosis pupuk dengan musim tanam untuk hasil optimal.
Tak hanya itu, Hadi juga diperkenalkan dengan konsep pertanian organik. Dia mulai menggunakan pupuk hayati ramah lingkungan Pupuk Kaltim, seperti Ecofert dan bioaktivator Biodex.
Menurutnya, metode pertanian organik memiliki sejumlah keunggulan, seperti lebih tahan hama, lebih mudah menyesuaikan dengan musim hujan dan lebih hemat dalam penggunaan pupuk.
“Sudah tiga musim tanam ini saya coba terapkan 25% organik. Hasilnya, kalau biasanya saya penyemprotan itu seminggu sekali, sekarang cukup 10 hari sekali,” kata dia.
Berkat pendampingan Agrosolution itu, Hadi kini dapat mencicipi manisnya keputusan hijrah ke dunia pertanian. Produksi Hadi yang semula hanya 3 ton per hektar, kini meningkat menjadi 4,5 hingga 6 ton per hektar, bahkan pernah mencapai 7 ton.
“Setelah ikut program Pupuk Kaltim, panen saya meningkat 60–70 persen. Yang awalnya cuma dapat 3 ton per hektar, sekarang bisa sampai 4,5 sampai 7 ton,” kata dia.
Dengan peningkatan hasil panen itu, Hadi mulai berekspansi menggarap lahan-lahan tidur di sekitar tempat tinggalnya. Kini ia mengelola sekitar 6 hektar lahan dan mampu meraih omzet hingga lebih dari Rp 120 juta setiap kali panen.
“Kalau musimnya bagus, hasilnya bisa sampai Rp 24 juta per hektar sekali panen,” tutur dia.
Setelah menikmati kesuksesan di bidang pertanian, Hadi kini aktif mendorong regenerasi petani dengan mengajak anak muda untuk terjun ke sektor ini.
Dia meyakini dengan dukungan program dari pemerintah maupun perusahaan seperti Agrosolution dari Pupuk Kaltim, bertani juga bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan.
Baca juga: Menembus Pasar Premium Organik
VP Pengelolaan Pelanggan PT Pupuk Kaltim, Yusva Sulistyo mengatakan program Agrosolution menjadi komitmen nyata perusahaan dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan, serta sejalan dengan visi PT Pupuk Indonesia sebagai holding.
Dia mengatakan perusahaan akan terus memperluas pelaksanaan program ini agar semakin banyak petani yang merasakan dampak positif berupa peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan.
“Program Agrosolution menjadi salah satu wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kami yakin, dengan petani yang sejahtera, ketahanan pangan nasional akan terus terjaga,” tutup Yusva.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya