Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meta Bangun Pusat Data dengan Kayu Rekayasa agar Lebih Berkelanjutan, Cukupkah?

Kompas.com, 6 Agustus 2025, 18:01 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Meta tengah menguji coba penggunaan kayu rekayasa (mass timber) untuk mengurangi emisi karbon yang terkandung dalam konstruksi pusat data baru.

Proyek tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai emisi nol bersih (net zero) di seluruh rantai nilainya pada tahun 2030.

Melansir ESG News, Selasa (5/8/2025), Meta mencatat bahwa untuk mengurangi emisi konstruksi, diperlukan alternatif bahan yang lebih rendah karbon dibandingkan bahan konvensional seperti beton dan baja struktural.

Untuk itu berupaya menggunakan mass timber sebagai alternatif bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Mass timber sendiri merujuk pada produk kayu rekayasa, seperti balok dan kolom kayu laminasi (glulam), kayu lapis massal, rakitan dinding kayu, dan kayu laminasi silang (CLT).

Baca juga: Ide Pusat Data Masa Depan: Di Laut, Pakai Energi Angin, Hemat Listrik

Bahan ini dibuat dengan merekatkan atau mengikat beberapa lapisan kayu menjadi satu, menghasilkan balok, kolom, atau panel yang besar dan padat.

Produk-produk ini dirancang untuk aplikasi industri, termasuk pusat data dan bahkan gedung-gedung bertingkat tinggi. Kayu ini menawarkan emisi karbon yang terkandung (embodied carbon) lebih rendah daripada banyak material rekayasa lainnya.

Ini karena bahan biologis yang bersumber secara berkelanjutan dapat menyimpan karbon yang diserap selama proses pertumbuhannya.

Tahun ini, Meta mulai menguji kayu rekayasa di lokasi-lokasi pusat datanya. Gedung administrasi dengan menggunakan kayu rekayasa pertama dibangun di kampus Aiken, South Carolina.

Menyusul pembangunan gedung-gedung tambahan di Cheyenne, Wyoming dan di Montgomery, Alabama.

Di masa mendatang, Meta juga akan menerapkan kayu rekayasa untuk bangunan administrasi, gudang, dan ruang data penting yang menjadi tempat server yang mendukung platform mereka.

Meta memperkirakan bahwa penggunaan kayu rekayasa pada gedung administrasinya mampu mengurangi karbon sekitar 41 persen.

Selain mengurangi karbon, keuntungan lain pun bisa didapat. Karena produk kayu massal sebagian besar dibuat di pabrik, kebutuhan akan pengelasan baja di lokasi proyek berkurang, jadwal pembangunan bisa lebih cepat hingga beberapa minggu, dan emisi dari proses konstruksi konvensional dapat dihilangkan.

Kayu rekayasa juga dapat memangkas kebutuhan beton untuk fondasi bahkan hingga separuhnya sehingga menghemat biaya dan mengurangi emisi dari pengecoran beton.

Baca juga: Pusat Data Rentan Bencana Iklim, Kerugian Bisa Capai Miliaran Dolar

Kayu rekayasa dapat pula direkayasa hingga memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang lebih tinggi daripada baja, menjadikannya pilihan yang kuat dan cocok untuk pusat data.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau