Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AI Google Bikin Peta Bumi Terlengkap untuk Pahami Perubahan Lingkungan

Kompas.com, 11 Agustus 2025, 19:11 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Satelit-satelit yang mengorbit Bumi telah membantu para ilmuwan memahami planet kita dengan mengumpulkan gambar dan data tentang daratan, hutan, kota, dan perairan pesisir.

Namun, karena gambar-gambar tersebut berasal dari berbagai sumber yang berbeda, menyatukannya menjadi satu gambaran yang utuh menjadi sulit.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, DeepMind, unit AI dari Google, mengembangkan model kecerdasan buatan bernama AlphaEarth Foundations. Model ini diklaim mampu menghasilkan peta dunia yang sangat detail secara hampir real time.

Christopher Brown, insinyur riset di Google DeepMind, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada bulan Juli bahwa AlphaEarth Foundations berfungsi seperti "satelit virtual" yang dapat memetakan dunia "di lokasi dan waktu mana pun.

Baca juga: Mengapa Kita Perlu Serius Memikirkan Audit AI

"Baik saat memantau kesehatan tanaman, melacak penggundulan hutan, atau mengamati pembangunan baru, para peneliti tidak lagi harus bergantung pada satu satelit yang melintas. Kini mereka memiliki fondasi baru untuk data geospasial," paparnya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Euro News, Senin (11/8/2025).

Sistem ini menggabungkan triliunan gambar dari puluhan sumber publik, seperti foto satelit, hasil pemindaian radar, pemetaan 3D berbasis laser, dan simulasi iklim.

Termasuk berasal dari misi jangka panjang NASA dan ESA, seperti satelit Landsat dan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) serta armada Sentinel, yang semuanya memantau vegetasi, garis pantai, perairan, salju, dan es.

Dengan data tersebut, sistem ini memetakan seluruh daratan dan perairan pesisir di Bumi.

Google menyatakan bahwa model AI ini dapat menghasilkan data yang sangat akurat tentang suatu ekosistem hingga ke area seluas 10 meter persegi.

Data dari AlphaEarth Foundations juga membutuhkan ruang penyimpanan yang jauh lebih kecil dibandingkan sistem AI sejenis, yang membuat analisis skala besar menjadi lebih praktis.

Selama pengujian awal AlphaEarth Foundations terhadap data dari tahun 2017 hingga 2024, model ini mengungguli model AI sejenis dalam mengidentifikasi penggunaan lahan dan memperkirakan properti permukaan. Menurut sebuah makalah yang diterbitkan oleh DeepMind, tingkat kesalahan rata-ratanya 24 persen lebih rendah.

Baca juga: AI Bantu Kurangi Miliaran Ton Karbon dari Sektor Pangan, Energi, dan Mobilitas

Google berharap sistem ini akan membantu para peneliti mempelajari perubahan di seluruh planet terkait ketahanan pangan, deforestasi, perluasan perkotaan, dan sumber daya air.

Data beresolusi tinggi yang diperbarui secara berkala membantu para peneliti mengukur perubahan lingkungan secara tepat dan memahami penyebabnya.

Sebagai contoh, pada tahun 2020, para ilmuwan di NASA dan University of Copenhagen memetakan 1,8 miliar kanopi pohon individual di wilayah Sahel dan Sahara di Afrika Barat. Pemetaan ini dilakukan menggunakan AI yang dilatih untuk mengenali pohon-pohon tersebut dari citra satelit.

Tanpa AI, hal ini akan membutuhkan jutaan tahun bagi manusia untuk menyelesaikannya.

Google mengatakan modelnya telah diuji oleh lebih dari 50 organisasi di seluruh dunia untuk pemantauan ekosistem dan perencanaan kota.

Baca juga: AI Bantu Kurangi Miliaran Ton Karbon dari Sektor Pangan, Energi, dan Mobilitas

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau