Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HIPMI Ungkap Peluang Cuan dari Mobil Listrik, dari SPKLU sampai IT

Kompas.com, 15 Agustus 2025, 12:02 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan potensinya. Berbagai peluang usaha di sektor ini terbuka luas, mulai dari produksi hingga penyediaan infrastruktur pendukung.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga pertengahan 2025, produksi mobil listrik di Indonesia saat ini mencapai sekitar 25.000 unit. Sedangkan penjualan mobil listrik mencapai sekitar 43.000 unit. Ini mengindikasikan bahwa ada lebih banyak impor dibandingkan produksi dalam negeri.

Menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Otomotif, Hasstriansyah, hal itu membuka peluang bagi pengusaha untuk masuk ke dalam rantai pasokan kendaraan listrik.

“Artinya, masih ada peluang untuk pengusaha masuk ke dalam supply chain kendaraan listrik. (Atau) masuklah (ke) pabrik-pabrik yang mendukung, komponen pendukung,” ujar Hasstriansyah di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Baca juga: PLN Siapkan SPKLU Besar, Bisa Tampung 20 Mobil Listrik

Ekosistem kendaraan listrik akan mendorong permintaan infrastruktur pengisian daya, komponen baterai, sampai sektor teknologi informasi (IT) dan aksesoris. Ekosistem kendaraan listrik akan membuka lapangan usaha baru bagi pelaku industri lokal.

"Pengusaha sudah bisa melihat peluang tadi ya, yang akan menjadi supplier, atau akan menjadi distributor, atau akan menjadi pembuat komponennya, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), atau perusahaan SPKLU-nya," ucapnya.

Kata dia, pembangunan SPKLU menjadi peluang bisnis yang menarik. Bahkan, beberapa pengusaha restoran telah mengantisipasi kebutuhan SPKLU. Selain itu, produsen komponen SPKLU juga berpotensi mendapatkan keuntungan.

“Artinya peluang usaha di industri otomotif sektor mobil listrik itu masih terbuka luas ya, enggak hanya mobil. Sektor-sektor lain seperti IT, karburator, juga peluangnya masih besar,” tutur Hasstriansyah.

Dari segi keselamatan, kata dia, alat pemadam api khusus untuk baterai lithium bisa menjadi peluang usaha. Bahkan, peluang usaha juga terbuka dalam modifikasi kendaraan listrik, meski disarankan untuk tidak memodifikasi bagian kelistrikan demi keselamatan.

Baca juga: SPKLU Masih Langka, 23 Persen Pengguna Mobil Listrik Minta Penambahan dan Perbaikan

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau