KOMPAS.com - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan potensinya. Berbagai peluang usaha di sektor ini terbuka luas, mulai dari produksi hingga penyediaan infrastruktur pendukung.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga pertengahan 2025, produksi mobil listrik di Indonesia saat ini mencapai sekitar 25.000 unit. Sedangkan penjualan mobil listrik mencapai sekitar 43.000 unit. Ini mengindikasikan bahwa ada lebih banyak impor dibandingkan produksi dalam negeri.
Menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Otomotif, Hasstriansyah, hal itu membuka peluang bagi pengusaha untuk masuk ke dalam rantai pasokan kendaraan listrik.
“Artinya, masih ada peluang untuk pengusaha masuk ke dalam supply chain kendaraan listrik. (Atau) masuklah (ke) pabrik-pabrik yang mendukung, komponen pendukung,” ujar Hasstriansyah di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca juga: PLN Siapkan SPKLU Besar, Bisa Tampung 20 Mobil Listrik
Ekosistem kendaraan listrik akan mendorong permintaan infrastruktur pengisian daya, komponen baterai, sampai sektor teknologi informasi (IT) dan aksesoris. Ekosistem kendaraan listrik akan membuka lapangan usaha baru bagi pelaku industri lokal.
"Pengusaha sudah bisa melihat peluang tadi ya, yang akan menjadi supplier, atau akan menjadi distributor, atau akan menjadi pembuat komponennya, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), atau perusahaan SPKLU-nya," ucapnya.
Kata dia, pembangunan SPKLU menjadi peluang bisnis yang menarik. Bahkan, beberapa pengusaha restoran telah mengantisipasi kebutuhan SPKLU. Selain itu, produsen komponen SPKLU juga berpotensi mendapatkan keuntungan.
“Artinya peluang usaha di industri otomotif sektor mobil listrik itu masih terbuka luas ya, enggak hanya mobil. Sektor-sektor lain seperti IT, karburator, juga peluangnya masih besar,” tutur Hasstriansyah.
Dari segi keselamatan, kata dia, alat pemadam api khusus untuk baterai lithium bisa menjadi peluang usaha. Bahkan, peluang usaha juga terbuka dalam modifikasi kendaraan listrik, meski disarankan untuk tidak memodifikasi bagian kelistrikan demi keselamatan.
Baca juga: SPKLU Masih Langka, 23 Persen Pengguna Mobil Listrik Minta Penambahan dan Perbaikan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya