Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaga Kelestarian Hutan, Toba Pulp Lestari Raih Prima Wana Karya 2025

Kompas.com, 16 Agustus 2025, 15:17 WIB
Manda Firmansyah,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Toba Pulp Lestari, Tbk meraih penghargaan Prima Wana Karya 2025 dari Kementerian Kehutanan.

PT Toba Pulp Lestari, Tbk berhasil meraih peringkat kedua penghargaan Prima Wana Karya Tahun 2025 untuk kategori Bahan Baku Kayu Tanaman. Penghargaan bergengsi itu diberikan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni di Auditorium Dr. Soejarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta pada Jumat (15/8/2025).

PT Toba Pulp Lestari, Tbk terpilih sebagai penerima Prima Wana Karya 2025 karena dinilai memenuhi berbagai kriteria utama. Di antaranya, aktif sebagai Perizinan Berusaha Pengolahan Hasil Hutan (PBPHH), memiliki Sertifikat Verifikasi Legalitas dan Kelestarian, capaian kinerja produksi di atas 60 persen dari kapasitas izin, menggunakan bahan baku mayoritas dari hasil hutan kayu tanaman yang berkesinambungan, serta memiliki inovasi teknologi dan produk dalam proses produksinya.

Baca juga: Koalisi Desak UU Kehutanan Baru, Bukan Sekadar Revisi Tambal Sulam

Selain memenuhi berbagai kriteria dari Kementerian Kehutanan, penghargaan ini juga diraih karena PT Toba Pulp Lestari, Tbk dinilai memiliki standar operasional yang baik, efisien, dan berkelanjutan. PT Toba Pulp Lestari, Tbk terus memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai aturan, mengedepankan teknologi ramah lingkungan, serta menjaga kualitas operasional agar tetap sejalan dengan prinsip kelestarian hutan.

Direktur PT Toba Pulp Lestari, Tbk, Anwar Lawden bersyukur dan bangga atas atas pencapaian tersebut. Ia menganggap, penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh insan PT Toba Pulp Lestari, Tbk dalam mengelola hasil hutan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kehutanan atas apresiasi ini, dan kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi PT Toba Pulp Lestari, Tbk untuk terus berinovasi dan menjaga kelestarian hutan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/8/2025).

PT Toba Pulp Lestari, Tbk menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pengelolaan hutan secara lestari, memperkuat inovasi teknologi ramah lingkungan, serta memastikan keberlangsungan pasokan bahan baku dari sumber yang legal dan berkelanjutan. PT Toba Pulp Lestari, Tbk juga bertekad untuk semakin meningkatkan kontribusi positifnya terhadap perekonomian daerah, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Diketahui, penghargaan Prima Wana Karya diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran serta PBPHH dalam menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Baca juga: Tanpa UU Kehutanan Baru, Hutan dan Masa Depan Iklim Terancam


Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
LSM/Figur
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
LSM/Figur
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
Pemerintah
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
Swasta
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Pemerintah
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Swasta
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pemerintah
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
Pemerintah
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Pemerintah
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Pemerintah
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
LSM/Figur
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
Pemerintah
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
LSM/Figur
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau