Kelompok sukarelawan dalam penelitian ini juga kecil dan berusia muda.
Sehingga studi di masa depan sebaiknya menguji rentang usia yang lebih luas dan orang-orang dengan sensitivitas kebisingan yang berbeda.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyertakan kebisingan turbin angin sebagai salah satu sumber suara yang harus dikelola oleh para perencana tata ruang.
WHO juga mencatat beban kesehatan yang lebih luas yang disebabkan oleh suara lingkungan dari lalu lintas dan sumber lainnya.
Studi ini dipublikasikan di Humanities and Social Sciences Communications.
Baca juga: Inggris Genjot Tenaga Angin Darat, Target 29 GW pada 2030
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya