Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asia Tenggara Kini Jadi Magnet Hijau, Banjir Dana Iklim

Kompas.com, 16 September 2025, 18:04 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laporan bersama dari MSCI, Bank of China’s Hong Kong Financial Research Institute, dan Jockey Club Enterprise Sustainability Global Research Institute di Universitas Hong Kong mencatat alokasi dana iklim global untuk kawasan Asia-Pasifik meningkat sebesar enam persen pada paruh pertama tahun 2025.

Ini adalah pengalihan besar dana iklim pertama ke Asia dalam lebih dari tujuh tahun. Hal tersebut mencerminkan pengakuan investor yang semakin meningkat terhadap potensi kawasan tersebut.

"Manajer dana semakin tertarik pada kawasan ini karena adanya beragam proyek energi bersih dan infrastruktur, demografi yang menguntungkan, dan dukungan kebijakan yang semakin kuat untuk pembangunan hijau," tulisan laporan tersebut, dikutip dari Know ESG, Senin (15/9/2025).

Baca juga: Survei Bloomberg Sebut Investor Percaya dengan Masa Depan Investasi ESG

Laporan juga mengidentifikasi Asia Tenggara sebagai sub-kawasan yang menonjol, dengan berbagai peluang di sektor energi, mobilitas, air, dan ketahanan kota.

Laporan menyoroti pula bagaimana perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik mengungguli perusahaan-perusahaan lain di dunia dalam pertumbuhan teknologi bersih.

Di wilayah ini, pendapatan penyedia penyimpanan energi melonjak 66 persen, dibandingkan dengan 39 persen di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA), dan 22 persen di AS.

Demikian pula, perusahaan mobilitas hijau tumbuh 74 persen di Asia-Pasifik, jauh melampaui 42 persen di AS dan 14 persen di EMEA.

Asia Tenggara juga merupakan pusat bagi perusahaan yang mengembangkan bahan bangunan dan sistem pendingin canggih, yang sangat krusial saat kota-kota di seluruh dunia menghadapi kenaikan suhu dan lonjakan permintaan energi.

Baca juga: SBTi Rilis Standar Net Zero untuk Bank dan Investor, Atur soal Pinjaman hingga Asuransi

Meskipun tantangan seperti koordinasi kebijakan dan visibilitas proyek yang masih ada, laporan tersebut mencatat bahwa peluang jangka panjang di wilayah ini sangat menarik bagi investor yang mencari pendorong transisi ekonomi riil.

Asia Tenggara muncul sebagai pusat keuangan berkelanjutan, dengan total penerbitan obligasi berkelanjutan mencapai lebih dari 100 miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir.

Obligasi hijau mendominasi sebagian besar pembiayaan, namun obligasi transisi dan obligasi terkait keberlanjutan mulai mendapatkan daya tarik.

Di antara penerbit Asia Tenggara, 17 persen dari dana yang diperoleh dialokasikan untuk proyek energi terbarukan, sedangkan 12 persen untuk bangunan ramah lingkungan, dan 5 persen untuk energi surya.

Meskipun demikian, kawasan ini juga mencatat porsi alokasi yang tidak spesifik yang relatif tinggi, yaitu sebesar 14 persen. Hal ini mengindikasikan perlunya standar klasifikasi dan pengungkapan yang lebih kuat.

Sayangnya, laporan mencatat pula meskipun telah ada kemajuan, kebijakan iklim di seluruh Asia masih belum merata.

Baca juga: Trump Ingin Potong Rp 1.600 T Dana Iklim, Bilang Bukan Prioritas

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau