Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Target 1,5 Derajat C Terancam Gagal, Sekjen PBB Beri Peringatan Keras

Kompas.com, 22 September 2025, 18:48 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa target untuk menahan pemanasan iklim pada 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri tidak berhasil.

Target iklim untuk tahun 2035 dari negara-negara yang menandatangani Perjanjian Paris, yang juga dikenal sebagai Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC), seharusnya sudah diserahkan beberapa bulan lalu.

Namun, ketidakpastian terkait ketegangan geopolitik dan persaingan perdagangan telah memperlambat proses tersebut.

"Kita berada di ambang kehancuran target," kata Guterres, seperti dikutip dari Phys, Sabtu (20/9/2025).

Baca juga: PBB: Karhutla akibat Perubahan Iklim Sumbang Polusi Udara pada 2024

"Kita mutlak membutuhkan negara-negara untuk datang dengan rencana aksi iklim yang sepenuhnya selaras dengan target 1,5 derajat Celsius, dan yang mencakup seluruh ekonomi mereka serta keseluruhan emisi gas rumah kaca mereka," katanya lagi.

Kurang dari dua bulan sebelum pertemuan COP30 di Brasil, puluhan negara lambat dalam mengumumkan rencana mereka. Hal ini terutama terjadi pada China dan Uni Eropa, dua kekuatan yang dianggap sangat penting bagi masa depan diplomasi iklim.

Di tambah lagi, upaya untuk memerangi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia telah menjadi prioritas yang terabaikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi karena munculnya berbagai krisis, termasuk pandemi virus corona dan beberapa perang.

Membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan dengan era pra-industri adalah target yang paling ambisius dari Perjanjian Paris tahun 2015.

Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Panen Pertanian Semakin Tidak Stabil

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah lembaga yang mengumpulkan hasil kerja para ilmuwan di seluruh dunia, memprediksi ada kemungkinan 50:50 bahwa iklim global akan mengalami pemanasan rata-rata 1,5 derajat Celsius pada rentang tahun 2030-2035.

Itu mengapa, para ilmuwan menekankan pentingnya menahan laju pemanasan global. Pasalnya, setiap kenaikan suhu sekecil apa pun akan semakin meningkatkan risiko, seperti gelombang panas atau kehancuran kehidupan laut.

Dan menurut IPCC, membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat C akan secara signifikan mengurangi dampak-dampak yang paling merusak.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau