KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa target untuk menahan pemanasan iklim pada 1,5 derajat Celsius di atas level pra-industri tidak berhasil.
Target iklim untuk tahun 2035 dari negara-negara yang menandatangani Perjanjian Paris, yang juga dikenal sebagai Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC), seharusnya sudah diserahkan beberapa bulan lalu.
Namun, ketidakpastian terkait ketegangan geopolitik dan persaingan perdagangan telah memperlambat proses tersebut.
"Kita berada di ambang kehancuran target," kata Guterres, seperti dikutip dari Phys, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: PBB: Karhutla akibat Perubahan Iklim Sumbang Polusi Udara pada 2024
"Kita mutlak membutuhkan negara-negara untuk datang dengan rencana aksi iklim yang sepenuhnya selaras dengan target 1,5 derajat Celsius, dan yang mencakup seluruh ekonomi mereka serta keseluruhan emisi gas rumah kaca mereka," katanya lagi.
Kurang dari dua bulan sebelum pertemuan COP30 di Brasil, puluhan negara lambat dalam mengumumkan rencana mereka. Hal ini terutama terjadi pada China dan Uni Eropa, dua kekuatan yang dianggap sangat penting bagi masa depan diplomasi iklim.
Di tambah lagi, upaya untuk memerangi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia telah menjadi prioritas yang terabaikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi karena munculnya berbagai krisis, termasuk pandemi virus corona dan beberapa perang.
Membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan dengan era pra-industri adalah target yang paling ambisius dari Perjanjian Paris tahun 2015.
Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Panen Pertanian Semakin Tidak Stabil
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah lembaga yang mengumpulkan hasil kerja para ilmuwan di seluruh dunia, memprediksi ada kemungkinan 50:50 bahwa iklim global akan mengalami pemanasan rata-rata 1,5 derajat Celsius pada rentang tahun 2030-2035.
Itu mengapa, para ilmuwan menekankan pentingnya menahan laju pemanasan global. Pasalnya, setiap kenaikan suhu sekecil apa pun akan semakin meningkatkan risiko, seperti gelombang panas atau kehancuran kehidupan laut.
Dan menurut IPCC, membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat C akan secara signifikan mengurangi dampak-dampak yang paling merusak.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya