Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Innovation Lab 2025 Perkuat Kemandirian OMS lewat Bisnis Berkelanjutan

Kompas.com, 24 September 2025, 13:56 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Resource Hub for Strengthening Capacity on Financial Resilience (Re.Search) dari Platform Usaha Sosial (PLUS) menyelenggarakan Innovation Lab 2025 atau InnoLAB. Acara digelar sebagai respons terhadap penurunan pendanaan filantropi yang kini menjadi tantangan bagi organisasi masyarakat sipil (OMS) di Indonesia untuk lebih mandiri.

Program yang berlangsung selama empat bulan mulai Juni sampai September 2025 tersebut menjadi ruang inovasi, pembelajaran, dan pertukaran ide bagi OMS untuk merancang serta mengembangkan unit bisnis yang berdampak sosial sekaligus berkelanjutan.

Sebelum mencapai acara puncak di Ganara Art Space, Jakarta Pusat, para peserta telah mengikuti serangkaian Masterclass, sesi mentoring bersama praktisi berpengalaman, hingga Pitch Lab untuk mempresentasikan ide bisnis mereka.

Baca juga: Lembaga Filantropi Lebih Terlatih Atasi Kemiskinan ketimbang Negara

Puncak kegiatan ditutup dengan Demo Day, di mana prototipe bisnis ditampilkan di hadapan mitra eksternal, calon donor, investor, hingga pemangku kepentingan.

Salah satunya peserta InnoLAB yang merupakan perwakilan Yayasan Palasara Widya Indonesia Martino menjelaskan antusiasmenya mengikuti rangkaian acara.

“Saya berbahagia bisa menjadi peserta. Melalui program ini saya berkesempatan mengembangkan unit bisnis 25 Jam Kreasi bersama rekan-rekan yang membutuhkan kesempatan kedua untuk kembali berdaya, meskipun menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial,” ujar Martino dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (24/9/2025).

InnoLAB 2025 juga menghadirkan sesi diskusi inspiratif bertajuk “BERDIKARI: Berani Diversifikasi Pendanaan untuk Kemandirian Organisasi”. Diskusi ini menghadirkan Executive Director IBEKA Tri Mumpuni, Chief Sustainability Officer SukkhaCitta Bertram Flesch, dan Co-Founder Seraya Jaqualine Wijaya.

Baca juga: Bappenas: Potensi Filantropi Rp 600 T, Penting untuk Capai SDGs

Bertram menekankan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan sebelum membangun bisnis.

“Pelajari terlebih dahulu kebutuhan pelanggan untuk memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan, sehingga produk yang ditawarkan dapat menjadi solusi yang tepat. Jangan menunggu hingga sempurna, karena hal itu justru dapat menghambat langkah untuk segera memulai,” jelasnya.

25 OMS terpilih

Sebanyak 25 organisasi masyarakat sipil dari berbagai daerah terpilih mengikuti program ini, mulai dari Aliansi Organis Indonesia (AOI), KontraS, hingga Yayasan Agro Sorgum Flores.

Mereka difasilitasi untuk memperkuat resiliensi keuangan dan menemukan sumber pendanaan alternatif yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Re.Search juga meluncurkan Re.Search Impact Academy, platform digital yang memungkinkan OMS merancang dan menjual kursus daring sebagai sumber pendapatan tambahan.

Baca juga: Peran Filantropi Bangun Ketahanan Pangan dari Desa

“Dengan adanya tren penurunan pendanaan yang dialami banyak OMS, Re.Search menghadirkan Re.Search Impact Academy untuk mendukung organisasi dalam memperoleh pendapatan tambahan melalui penjualan kursus online yang mereka kembangkan,” jelas Business Development Lead Re.Search Rintis Mulyani.

Melalui rangkaian program ini, Re.Search berharap OMS tidak hanya mampu bertahan di tengah menurunnya tren filantropi, tetapi juga semakin berdaya dalam menjalankan misi sosial mereka.

Sejak berdiri pada 2017, PLUS telah mendampingi lebih dari 500 pelaku usaha sosial di Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah, universitas, lembaga filantropi, hingga sektor swasta untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial yang berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau