Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komitmen Perusahaan Besar, Mulai Beralih pada Beton Ramah Lingkungan

Kompas.com, 24 September 2025, 19:05 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Beberapa perusahaan besar ternama di bidang teknologi dan konstruksi telah berkomitmen untuk bersama-sama membeli beton yang lebih ramah lingkungan.

Komitmen ini pun memberikan jaminan yang dibutuhkan para investor untuk mendukung proyek-proyek manufaktur semen rendah karbon.

Pembelian beton berkelanjutan ini dimungkinkan melalui RMI dan Centre for Green Market Activation yang meluncurkan sebuah aliansi bernama Sustainable Concrete Buyers Alliance' (Aliansi Pembeli Beton Berkelanjutan).

Aliansi ini akan mengumpulkan permintaan untuk semen dan beton rendah karbon.

Kedua organisasi tersebut mengklaim bahwa Aliansi ini adalah yang pertama di dunia. Cara kerjanya akan meniru aliansi pembeli serupa yang sudah ada untuk bahan bakar penerbangan alternatif dan baja rendah karbon.

Melalui aliansi ini, berbagai perusahaan akan bersama-sama mendukung pembelian sertifikat yang mendanai produksi semen dan beton rendah karbon.

Baca juga: Produk Bahan Bangunan Ramah Lingkungan Lebih Diminati Konsumen di Indonesia

Meskipun demikian, mereka tidak harus menggunakan material tersebut secara langsung dalam proyek-proyek mereka sendiri.

"Sistem ini memungkinkan para pembeli untuk memberikan dukungan finansial pada produksi berkelanjutan, terlepas dari di mana material tersebut digunakan. Hal ini menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam strategi dekarbonisasi," terang aliansi ini seperti dikutip dari Edie, Selasa (23/9/2025).

Model 'book and claim' (pesan dan klaim) sangat efektif di industri dengan rantai pasok yang kompleks dan sedang berada di tahap awal transformasi teknologi.

Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mengklaim pengurangan emisi secara kredibel, sekaligus mempercepat transformasi pasar.

Aliansi tersebut akan mulai menghubungkan perusahaan-perusahaan anggotanya, seperti Amazon, Meta, dan Prologis, dengan para pemasok dan produsen material pada akhir tahun ini.

Sementara itu, proses pengadaannya akan kompetitif, pemasok yang terpilih akan bergantung pada faktor seperti ukuran dan lokasi, karakteristik material, serta dampak lingkungannya.

"Sustainable Concrete Buyers Alliance dibangun berdasarkan pendekatan yang telah terbukti dari sektor-sektor lain yang sulit dikurangi emisinya, dengan membawa permintaan kolektif dari para pembeli ke industri beton," kata Kim Carnahan, presiden dan CEO dari The Centre.

"Dengan menghubungkan para pembeli dan pemasok melalui kerangka 'book and claim' yang kredibel, kita bisa membuka investasi yang diperlukan untuk meningkatkan skala solusi semen dan dan beton generasi berikutnya di salah satu industri paling intensif emisi di dunia," katanya lagi.

Baca juga: Bukan Cuma Limbah, Ampas Kopi Bisa Jadi Beton Kuat dan Berkelanjutan

Sektor semen dan beton saat ini sendiri menyumbang sekitar 8 persen dari emisi CO2 global tahunan.

Persentase ini kemungkinan akan bertambah seiring dekarbonisasi listrik dan meningkatnya kebutuhan konstruksi akibat urbanisasi dan digitalisasi.

Tim dari Industrial Transition Accelerator (ITA) yang merupakan bagian dari Mission Possible Partnership sebelumnya telah memperingatkan di awal tahun ini bahwa agar dapat berinvestasi dalam dekarbonisasi dan inovasi material, sektor industri berat perlu mendapat sinyal permintaan yang lebih jelas dari para pembeli.

ITA memperkirakan bahwa dana sebesar 700 miliar dolar AS akan dibutuhkan untuk menjalankan seluruh proyek dekarbonisasi industri yang ada di seluruh dunia, mencakup sektor semen, bahan kimia, baja, dan aluminium.

Pendanaan ini harus berasal dari sumber publik maupun swasta.

Baca juga: RI Usulkan Pendanaan Iklim Rp 1,4 T ke GCF untuk Pangkas Emisi

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
Pemerintah
Siswa SMAN 9 Manado Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Peredam Suara
Siswa SMAN 9 Manado Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Peredam Suara
Swasta
Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
LSM/Figur
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Pemerintah
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Pemerintah
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Pemerintah
'Ecomystic' dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
"Ecomystic" dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
Pemerintah
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Swasta
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
Pemerintah
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
BUMN
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
LSM/Figur
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
Pemerintah
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Swasta
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau