Editor
Laporan ICO tersebut juga menyoroti faktor iklim di Brasil sebagai pemicu kenaikan harga kopi dunia.
Pada pertengahan Agustus 2025, terjadi frost atau embun beku yang meski skalanya relatif kecil, diperkirakan tetap merusak hingga 500.000 kantong kopi pada tahun panen 2024-2025.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran pasar, mengingat Brasil adalah produsen kopi terbesar dunia sehingga gangguan kecil sekalipun bisa berdampak signifikan terhadap harga global.
Baca juga: Bukan Cuma Limbah, Ampas Kopi Bisa Jadi Beton Kuat dan Berkelanjutan
Selain itu, laporan awal Agustus menunjukkan sebagian biji kopi Brasil memiliki kepadatan di bawah rata-rata meski ukuran fisiknya besar. Penurunan kualitas ini membuat estimasi hasil panen sedikit direvisi turun, sehingga menambah tekanan positif pada harga.
Kombinasi faktor iklim tersebut memperkuat sentimen pasar bahwa pasokan dari Brasil berpotensi lebih ketat dari perkiraan semula.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya