Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Genjot Jaringan Listrik ASEAN, ADB-Bank Dunia Rilis Pendanaan Baru

Kompas.com, 22 Oktober 2025, 16:36 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), Grup Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) telah meluncurkan inisiatif pendanaan baru untuk mempercepat Jaringan Listrik ASEAN (APG).

Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan jaringan listrik kawasan tersebut dan memperkuat kerja sama energi.

ASEAN diketahui telah mengejar integrasi jaringan listrik sejak tahun 1997, tetapi hambatan teknis dan finansial telah membuat kemajuannya tidak merata.

Di sisi lain, konsumsi energi Asia Tenggara sendiri diperkirakan akan berlipat ganda pada tahun 2040, didorong oleh industrialisasi yang cepat dan pertumbuhan populasi.

Melansir Eco Business, Kamis (16/10/2025) inisiatif bersama yang diluncurkan pada 15 Oktober di Kuala Lumpur ini mengumumkan bahwa ADB berkomitmen hingga 10 miliar dolar AS selama dekade mendatang.

Baca juga: KLH Usul Pemda Tarik Retribusi untuk Kelola Sampah Jadi Energi Listrik

Sementara Bank Dunia akan menyediakan 2,5 miliar dolar AS sebagai dana awal untuk mempersiapkan proyek yang layak dibiayai dan mendefinisikan fase dukungan berikutnya untuk inisiatif APG.

"Jaringan Listrik ASEAN menghadirkan peluang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan energi Asia Tenggara yang terus meningkat," kata Scott Morris, Wakil Presiden untuk Asia Timur dan Tenggara ADB.

"Kami juga berkomitmen untuk membangun koalisi dari pemerintah, utilitas, investor, dan inovator yang dipersatukan oleh komitmen bersama untuk integrasi energi regional demi memberikan manfaat abadi untuk generasi yang akan datang," katanya lagi.

Di samping instrumen keuangan, ADB dan Bank Dunia juga akan menawarkan bantuan teknis untuk persiapan proyek dan peningkatan kapasitas.

Ini mencakup hibah, pinjaman lunak dan pinjaman biasa, jaminan, pertanggungan risiko politik, layanan konsultasi tentang kemitraan publik–swasta (PPP), dan ekuitas.

Kedua institusi tersebut mengatakan bahwa mereka akan menawarkan pendanaan dari neraca keuangan mereka sendiri sambil mengkatalisasi dana dari lembaga keuangan lain, termasuk sektor swasta, untuk proyek-proyek yang relevan dengan APG.

ASEAN menyambut baik langkah tersebut dengan mengatakan bahwa inisiatif ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi anggotanya, sekaligus meningkatkan keamanan, keandalan, dan ketahanan energi.

Baca juga: IESR: Harga Listrik akan Mahal jika Pemerintah Pertahankan PLTG

Jaringan yang saling terhubung sepenuhnya juga akan membuka potensi investasi energi terbarukan di Asia Tenggara, mendorong dekarbonisasi, dan meningkatkan daya saing industri kawasan tersebut.

Untuk itu, negara-negara anggota perlu menyelaraskan kebijakan dan kerangka peraturan, menciptakan pasar regional untuk perdagangan energi, dan mempertahankan kemauan politik yang kuat selama puluhan tahun.

Lebih lanjut, ADB menegaskan pula bahwa pihaknya tidak akan membiayai proyek pembangkit listrik tenaga nuklir apa pun berdasarkan kebijakan energinya saat ini.

"Kami menyadari peningkatan permintaan dan eksplorasi opsi nuklir di kawasan ini, dan kami mengikuti perkembangan tersebut dengan penuh minat, tetapi kami tidak terlibat langsung pada tahap ini," jelas Winfried F. Wicklein, Direktur Jenderal ADB untuk Asia Selatan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
Pemerintah
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
LSM/Figur
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
LSM/Figur
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
LSM/Figur
Kemenhut Hentikan Sementara Pengangkutan Kayu di Sumatera, Cegah Peredaran Ilegal
Kemenhut Hentikan Sementara Pengangkutan Kayu di Sumatera, Cegah Peredaran Ilegal
Pemerintah
Kukang dan Trenggiling Dilepasliar ke Hutan Batang Hari Jambi
Kukang dan Trenggiling Dilepasliar ke Hutan Batang Hari Jambi
Pemerintah
Cerita Usaha Kerupuk Sirip Ikan Tuna di Bali, Terhambat Cuaca Tak Tentu
Cerita Usaha Kerupuk Sirip Ikan Tuna di Bali, Terhambat Cuaca Tak Tentu
LSM/Figur
Survei HSBC: 95 Persen CEO Anggap Transisi Iklim Peluang Pertumbuhan Bisnis
Survei HSBC: 95 Persen CEO Anggap Transisi Iklim Peluang Pertumbuhan Bisnis
Pemerintah
Ketika Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Ketika Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Pemerintah
Suhu Harian Makin Tidak Stabil, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
Suhu Harian Makin Tidak Stabil, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
LSM/Figur
Melawan Korupsi Transisi Energi
Melawan Korupsi Transisi Energi
Pemerintah
KLH Sebut Banjir Sumatera Jadi Bukti Dampak Perubahan Iklim
KLH Sebut Banjir Sumatera Jadi Bukti Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Terumbu Karang Terancam Dikuasai Alga Tahun 2100 akibat Pengasaman Laut
Terumbu Karang Terancam Dikuasai Alga Tahun 2100 akibat Pengasaman Laut
LSM/Figur
Tekan Emisi, Anak Usaha TAPG Olah Limbah Cair Sawit Jadi Listrik dan Pupuk Organik
Tekan Emisi, Anak Usaha TAPG Olah Limbah Cair Sawit Jadi Listrik dan Pupuk Organik
Swasta
Cegah Greenwashing, OJK Perketat Standar Pengkungkapan Keberlanjutan Perusahaan
Cegah Greenwashing, OJK Perketat Standar Pengkungkapan Keberlanjutan Perusahaan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau