Sementara itu di wilayah penghasil kakao, minggu-minggu yang lebih basah dapat memicu wabah jamur yang merusak.
Kondisi iklim yang berbeda dapat memberikan hasil positif sekaligus negatif pada tanaman kopi.
Baca juga: Pembakaran Sisa Tanaman Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba
Kopi Arabika sangat sensitif terhadap dingin. Suhu rendah yang ekstrem, bahkan hanya sebentar, dapat menghentikan pertumbuhan atau merusak buah kopi.
Kekeringan yang lama menghambat proses penting yang berujung pada penurunan drastis hasil panen.
“Mengurangi suhu hanya dengan SAI saja tidak cukup. Misalnya, spesies kakao, meskipun lebih toleran terhadap suhu panas daripada kopi dan anggur, sangat rentan terhadap hama dan penyakit yang disebabkan oleh kombinasi suhu tinggi, curah hujan, dan kelembapan,” kata Ariel L. Morrison, Ph.D., dari CSU.
Peneliti pun berkesimpulan pendinginan planet dapat menurunkan suhu ekstrem tetapi tidak menjamin panen yang lebih baik untuk tanaman mewah ini.
“Intervensi iklim SAI mungkin menawarkan bantuan sementara dari kenaikan suhu di beberapa wilayah, tetapi tidak menjamin solusi untuk tantangan yang dihadapi pertanian tanaman mewah,” kata Dr. Morrison.
“Strategi adaptasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, investasi dalam praktik pertanian yang tangguh, dan kerja sama global sangat penting untuk menyelamatkan tanaman-tanaman ini dan masyarakat yang bergantung padanya,” paparnya lagi.
Pasalnya, perubahan iklim tidak hanya mengubah cuaca tetapi juga mengubah geografi dan kelangsungan hidup tanaman dan pertanian mewah di seluruh dunia.
Beberapa variasi adaptasi yang bisa diaplikasikan berdasarkan tanaman dan lokasi misalnya saja mengganti varietas, mengubah tata kelola, memperbaiki drainase, menyesuaikan waktu panen, atau berinvestasi untuk perlindungan naungan dan angin.
Studi ini dipublikasikan di Environmental Research Letters.
Baca juga: PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Keringkan Kopi hingga Budi Daya Ikan di Gunung
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya