KOMPAS.com - Cacing tanah terbukti sebagai sekutu yang tak terduga dalam perang melawan polusi plastik di tanah.
Dalam sebuah studi baru yang dipimpin oleh Hailong Wang dari Universitas Kunming (KMU), peneliti menemukan bahwa cacing tanah membantu tanaman tumbuh di tanah yang terkontaminasi mikroplastik.
Hasil penelitian menunjukkan tanaman bisa tumbuh sekitar 50 persen lebih tinggi ketika cacing tanah ada di lahan tersebut.
Hasil studi ini didapat setelah ilmuwan melakukan pengujian di Kunming, China dengan menanam tanaman dalam pot berisi partikel mikroplastik dengan jumlah yang berbeda-beda.
Melansir Earth, Jumat (7/11/2025), studi secara khusus meneliti mikroplastik karena potongan berukuran kurang dari 5 milimeter ini dapat bersarang di tanah, menempel pada akar, dan mengubah air serta nutrisi yang akhirnya dapat berdampak pada sistem pangan.
Baca juga: FAO Masukkan Salak Bali Dalam Daftar Warisan Pertanian Baru
Dalam uji coba, tim peneliti menanam kacang kedelai di tanah yang dicampur dengan mikroplastik polipropilena (PP), kemudian menambahkan cacing tanah.
Para peneliti mengukur tinggi tanaman dan berat kering tunas (Shoot dry weight), beserta pigmen, kandungan nutrisi, dan penanda stres.
Satu persen mikroplastik polipropilena mengurangi tinggi tanaman sekitar 28 persen dan mengurangi berat kering tunas sekitar 20 persen.
Namun, penambahan cacing tanah meningkatkan tinggi sekitar 50 persen dan berat kering tunas sekitar 32 persen.
Shoot dry weight adalah berat bagian tanaman di atas tanah seperti batang, daun setelah semua air dihilangkan. Ini adalah metrik standar untuk mengukur total biomassa atau kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Cacing diketahui memperkaya tanah di mana bisa meningkatkan karbon organik tanah, nitrogen total, nitrogen amonium, dan fosfor yang tersedia. Mereka juga meningkatkan aktivitas enzim yang membuka nutrisi.
Tak heran jika cacing tanah terkadang disebut insinyur ekosistem, sebuah istilah yang berarti spesies yang membentuk kembali lingkungan mereka dengan cara yang membantu banyak spesies lain.
Baca juga: Krisis Iklim dan Penggunaan Pestisida di Pertanian Ancam Populasi Kupu-Kupu
Terowongan yang mereka buat bahkan meningkatkan aliran udara dan pergerakan air di dalam tanah, sementara kotoran mereka menambah nutrisi dan menstabilkan struktur.
Namun bukan berarti cacing tanah tak terkalahkan. Hewan ini juga memiliki keterbatasan.
Jenis dan konsentrasi plastik tertentu dapat menekan atau membahayakan mereka. Dampaknya adalah cacing akan menghasilkan perubahan yang terukur pada enzim detoksifikasi dan respirasi mereka.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya