Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 November 2025, 09:47 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com- Indonesia Lighthouse berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco menggelar perayaan World Angklung Day 2025 di Mills Theater, San Francisco.

Perayaan ini menandai 15 tahun pengakuan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan menjadi tonggak baru dalam pelestarian budaya Indonesia melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Acara yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan cara baru dalam merawat tradisi. Salah satu puncak perayaan adalah peluncuran aplikasi AI (Angklung Indonesia) Note yang dikembangkan oleh Utara by GITS.id. Inovasi ini memungkinkan ratusan penonton memainkan angklung secara imersif melalui smartphone mereka.

Baca juga: 1.000 Lansia ‘Guncang’ Bundaran HI, Angklung Massal Bikin CFD Riuh Meriah

Selama pertunjukan, seluruh auditorium Mills Theater bergema dengan alunan angklung, baik yang dimainkan langsung oleh musisi tradisional di panggung maupun oleh penonton melalui angklung asli atau perangkat digital mereka. Pengalaman interaktif ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat memperluas akses terhadap budaya tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.

“Hari ini kita menyaksikan bagaimana teknologi tidak menggantikan tradisi, tetapi memperpanjang umurnya,” ujar Co-Founder Indonesia Lighthouse Ari Sufiati, dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa 15 tahun lalu, UNESCO mengakui angklung sebagai warisan dunia. Kini, melalui inovasi digital, jutaan orang di seluruh dunia dapat mengalami keindahan angklung tanpa batas geografis.

Baca juga: Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional Uzbekistan

Sebagaai informasi, perayaan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Millbrae Andres Fung, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Prof Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo, dan Konsul Jenderal RI di San Francisco Yohpy Ichsan Wardana.

Acara juga menampilkan penampilan spesial dari Manshur Angklung, yakni maestro yang dikenal berhasil mengadaptasi angklung sebagai instrumen musik modern layaknya piano. Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta tersebut telah mendedikasikan kariernya untuk membawa alat musik bambu tradisional ke panggung internasional melalui pendekatan kontemporer.

Peluncuran aplikasi Angklung Indonesia semakin menegaskan komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan budaya melalui adaptasi teknologi. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai simulator angklung, tetapi juga sebagai platform edukasi yang dapat diakses lebih banyak orang.

Baca juga: Angklung Indonesia Menggema di Festival Jazz Internasional Uzbekistan

“Ini adalah contoh sempurna dari preservation through innovation. Kami percaya bahwa teknologi dapat menjadi kendaraan untuk memperpanjang umur tradisi, membuatnya accessible, engaging, dan sustainable untuk masa depan,” tambah perwakilan Utara by GITS.id Ray Rizaldy.

Perlu diketahui, pengakuan angklung oleh UNESCO pada 2010 sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity menjadi pijakan penting bagi Indonesia dalam mempromosikan kekayaan budayanya ke dunia. Kini, 15 tahun setelah penetapan tersebut, World Angklung Day 2025 menunjukkan bahwa tradisi dan teknologi dapat berjalan beriringan, menciptakan jembatan antara generasi dan budaya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
Pemerintah
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
Pemerintah
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Dampak El Niño: 50 Juta Orang Terancam Kelaparan Akut dalam Waktu Dekat
Pemerintah
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk  Menyusui
Isu Kesehatan PBB: Ibu Masih Kurang Dukungan untuk Menyusui
Pemerintah
 Populasi Gajah Sumatra Diperkirakan Tinggal 900-1.350 Ekor, Habitat Terus Terfragmentasi
Populasi Gajah Sumatra Diperkirakan Tinggal 900-1.350 Ekor, Habitat Terus Terfragmentasi
LSM/Figur
Studi: Kekeringan dan Banjir Akibat Perubahan Jarang Jadi Berita Internasional
Studi: Kekeringan dan Banjir Akibat Perubahan Jarang Jadi Berita Internasional
Pemerintah
 Polusi Cahaya Jadi Tantangan Pengamatan Hujan Meteor Perseid
Polusi Cahaya Jadi Tantangan Pengamatan Hujan Meteor Perseid
LSM/Figur
Perkuat Jejaring Diaspora, Festival Indonesia Digelar untuk Pertama Kali di Chiba Jepang
Perkuat Jejaring Diaspora, Festival Indonesia Digelar untuk Pertama Kali di Chiba Jepang
LSM/Figur
Penangkapan Ikan Marak Pakai Bom, Terumbu Karang di Indonesia Terancam
Penangkapan Ikan Marak Pakai Bom, Terumbu Karang di Indonesia Terancam
Pemerintah
Akibat Perubahan Iklim, Paus dan Lumba-lumba, Makin Sering Terdampar di Pesisir
Akibat Perubahan Iklim, Paus dan Lumba-lumba, Makin Sering Terdampar di Pesisir
LSM/Figur
Pangkas Kesenjangan, Operasi Transplantasi Kornea Pertama Resmi Digelar di Ternate
Pangkas Kesenjangan, Operasi Transplantasi Kornea Pertama Resmi Digelar di Ternate
Swasta
Studi: Memanen Air Hujan dari Atap Jadi Solusi Atasi Suhu Ekstrem di Perkotaan
Studi: Memanen Air Hujan dari Atap Jadi Solusi Atasi Suhu Ekstrem di Perkotaan
Pemerintah
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Didorong Pakai Teknologi Perlindungan Satwa
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Didorong Pakai Teknologi Perlindungan Satwa
Pemerintah
Pengetahuan Jadi Bekal Petani dan Perajin Pangan untuk Lebih Mandiri
Pengetahuan Jadi Bekal Petani dan Perajin Pangan untuk Lebih Mandiri
Swasta
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Sistem Kesehatan Asia Pasifik Hadapi Tekanan Ganda dari Perubahan Iklim dan AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau