KOMPAS.com - Penelitian baru mengungkap kedalaman Samudra Arktik telah menghangat lebih dari yang diperkirakan para ilmuwan.
Padahal sebelumnya wilayah tersebut dianggap sebagai salah satu dari sedikit tempat yang tak terpengaruh secara signifikan oleh perubahan iklim.
Es laut di atas Samudra Arktik sendiri telah menyusut sekitar 40 persen dalam empat dekade, sebagian besar karena efek pemanasan atmosfer pada permukaan samudra.
Baru kini, para peneliti dari Ocean University of China melakukan pengukuran terbaru yang diambil menggunakan kapal pemecah es untuk memperkirakan pemanasan di dasar samudra.
Baca juga: Lalu Lintas Laut Meningkat Seiring Hilangnya Es, Ancam Iklim Global
Hasilnya, seperti dilansir dari New Scientist, Rabu (19/11/2025) di salah satu dari dua cekungan utama samudra yakni Eurasia, perairan dengan kedalaman antara 1500 hingga 2600 telah menghangat sebesar 0,074 derajat Celsius sejak tahun 1990.
Meskipun kedengarannya tidak banyak, hal itu mewakili transfer energi hampir 500 triliun megajoule. Jika jumlah energi tersebut ada di permukaan, energi tersebut dapat mencairkan hingga sepertiga dari luas es laut minimum.
"Laut dalam jauh lebih aktif daripada yang kami duga. Saya pikir laut dalam bisa menghangat, tetapi tidak secepat itu,” kata Xianyao Chen, anggota tim peneliti.
Lantas apa yang menjadi penyebab menghangatnya Arktik?
Struktur bawah laut Arktik membagi samudra, dan mekanisme alami yang kompleks yang melibatkan arus Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) dan pembentukan es di musim dingin bertindak sebagai "pompa" yang membawa air hangat Atlantik ke kedalaman Cekungan Eurasia.
Panas bumi juga menghangatkan air dalam di cekungan Eurasia.
Selain itu, air tawar dari es Greenland yang mencair telah merusak sistem sirkulasi laut alami, memperlambat pergerakan air dingin ke dalam samudra.
Baca juga: Es Lautan di Kutub Menyusut Drastis, Capai Rekor Terendah
Gangguan ini telah menghapus kemampuan laut dalam untuk menetralkan pemanasan, menyebabkan Cekungan Greenland memanas dengan sangat cepat di kedalaman.
"Pemanasan cekungan Greenland telah meluas ke Arktik,” kata Ruizhe Song, anggota tim peneliti.
Penelitian ini telah menunjukkan proses pemanasan baru di Samudra Arktik bagian dalam.
Pemanasan ini menurut James McWilliams dari University of California, Los Angeles pada akhirnya dapat mulai berkontribusi pada pencairan es laut atau bahkan mencairkan lapisan es bawah laut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya