JAKARTA, KOMPAS.com - Siam Cement Group (SCG) disebut memangkas emisi gas rumah kaca dengan memproduksi semen rendah karbon. Sejauh ini, SCG baru memproduksi semen rendah karbon di Thailand dan berencana mengembangkannya ke negara lain termasuk Indonesia.
President & CEO SCG, Thammasak Sethaudom, mengatakan bahwa, selain semen, perusahaan tersebut juga menggenjot efisinsi energi melalui pengembangan heat battery.
Baca juga:
"Kami akan mengembangkan pembangunan heat battery di fasilitas Indonesia. Kami masih melihat potensi yang sangat baik di Indonesia dalam jangka panjang," kata Thammasak di sela ESG Symposium 2025 yang digelar SCG di Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
SCG membuka peluang kerja sama dengan perusahaan di Indonesia terkait pembangunan heat battery.
Baterai bekerja dengan mengubah energi angin dan matahari yang secara alami terputus-putus menjadi panas yang tersimpan dalam media termal. Energi panas nantinya dapat digunakan dan disalurkan secara terus-menerus selama 24 jam.
"Saya pikir transisi hijau sangat penting bagi setiap negara di Asia Tenggara, dan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjalankan transisi industri yang sangat berkembang," papar Thammasak.
Perusahaannya pun berkomitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui teknologi, model bisnis, serta investasi industri hijau di Indonesia.
Baca juga:
SCG disebut memangkas emisi dengan memproduksi semen rendah karbon, pembangunan RDF, serta mengembangkan heat battery. Di sisi lain, Thammasak menekankan bahwa masyarakat berperan besar dalam transisi energi.
"Saya pikir masyarakat sangat penting untuk menciptakan dampak yang berdampak jangka panjang. Jadi bukan hanya teknologi, regulasi, tetapi juga masyarakat yang perlu memahami dan mendukung transisi ini," tutur dia.
Dalam pengelolaan sampah, SCG membangun fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Cimenteng, Sukabumi.
Fasilitas senilai lebih dari Rp 110 miliar itu mampu mengolah 200 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif untuk pabrik Semen Jawa.
"Ini membuktikan bahwa keberlanjutan sudah terjadi di sini karena kita melakukannya bersama. Dipandu oleh prinsip pertumbuhan hijau yang inklusif, SCG tetap berkomitmen untuk bekerja bersama pemerintah, mitra bisnis, dan komunitas untuk mendukung transisi berkelanjutan Indonesia," sebut Thammasak.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya