Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp 1,7 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target Pemerintah

Kompas.com, 2 Januari 2026, 20:37 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 1,7 triliun sepanjang tahun 2025. Rinciannya, LPDB Koperasi merealisasikan penyaluran dana bergulir dengan pola konvensional sebesar Rp 991 miliar dan pola syariah Rp 709 miliar.

LPDB Koperasi telah menyalurkan dana bergulir melampaui target yang ditetapkan pemerintah atau sebesar Rp 1,6 triliun.

Baca juga:

“Pencapaian ini merupakan sinyal positif bahwa mesin produksi LPDB Koperasi masih berjalan dengan baik dan mampu memberikan kontribusi sesuai target yang diamanatkan pimpinan kepada LPDB Koperasi,” ujar Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto lewat keterangan resmi, dikutip Jumat (2/1/2026).

LPDB salurkan dana bergulir Rp 1,7 triliun 

80.000 KDKMP dibentuk di seluruh Indonesia pada tahun 2025

Di sisi lain, pada tahun 2025, LPDB Koperasi juga mengawal suksesi pembentukan sebanyak 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.

LPDB Koperasi mengawal program KDKMP tersebut bersama Kementerian Koperasi. Krisdianto menuturkan, program KDKMP merupakan bagian penting dari upaya penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan melalui koperasi.

Selain itu, LPDB Koperasi turut berpartisipasi aktif dalam memastikan operasionalisasi KDKMP Mockup Percontohan, termasuk dukungan pembiayaan dana bergulir sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

LPDB Koperasi juga mendorong koperasi-koperasi mitra untuk mendukung program KDKMP dengan berperan sebagai "kakak asuh". Hal ini penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha KDKMP di daerah.

Baca juga:

LPDB Koperasi diyakini bisa jalankan peran strategis

LPDB Koperasi mencatat penyaluran dana bergulir Rp 1,7 triliun sepanjang 2025, melampaui target pemerintah.SHUTTERSTOCK LPDB Koperasi mencatat penyaluran dana bergulir Rp 1,7 triliun sepanjang 2025, melampaui target pemerintah.

Memasuki tahun 2026, Krisdianto meyakini LPDB Koperasi dapat menjalankan peran strategisnya, khususnya dalam mengawal operasionalisasi dan pembangunan fisik KDKMP yang menjadi agenda prioritas nasional.

“LPDB Koperasi optimistis dapat melaksanakan arahan pimpinan untuk mendukung seluruh program strategis Kementerian Koperasi, termasuk dalam mencapai target penyaluran dana bergulir yang akan ditetapkan pada tahun 2026,” ucapnya.

LPDB Koperasi telah menyiapkan strategi penyaluran dana bergulir berbasis 3S dalam menghadapi tantangan tahun 2026.

Pertama, dengan menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan untuk upgrade skill.

Kedua, dengan menyiapkan infrastruktur pendukung penyaluran dana bergulir melalui digitalisasi.

Ketiga, menyiapkan beberapa titik pilot project koperasi yang mewakili prgram strategis Kementerian Koperasi sebagai showcase untuk kemudian direplikasi.

Dia menuturkan, fokus penyaluran dana bergulir LPDB Koperasi tetap diarahkan ke sektor riil, dengan porsi yang akan terus ditingkatkan. 

Hal itu sejalan dengan kebijakan dan penugasan strategis dari Kementerian Koperasi di bawah kepemimpinan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Baca juga: Sarihusada Perkuat Peternak Sapi dan Koperasi Lokal lewat Praktik Baik Berkelanjutan

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau