Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Desa Terdampak Banjir Sumatera Disebut Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Kompas.com, 8 Januari 2026, 18:13 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa jumlah desa yang terdampak banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat lebih banyak daripada yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ketua Task Force Reaksi Cepat Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo menjelaskan perbedaan data karena metode yang digunakan BRIN berbasis analisis citra radar dan penginderaan jauh, lalu ditambah peta administrasi desa.

Baca juga: 

Menurut dia, Aceh menjadi provinsi paling terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 lalu. Disusul Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Daerah aliran sungai (DAS) terdampak bencana ada 127 das. Sebanyak 51 DAS di Aceh, 34 DAS di Sumatera Utara dan 42 DAS ada di Sumatera Barat," ujar Joko dalam webinar Badai Belum Berlalu: Merancang Pemulihan Terintegrasi & Tata Ruang Adaptif untuk Mitigasi Bencana Berulang dari BRIN, Kamis (8/1/2026).

Desa terdampak banjir Sumatera lebih banyak dari yang dilaporkan

Aceh Tamilang disebut berisiko mengalami banjir

Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 01 Percontohan, Kampung Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026)KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 01 Percontohan, Kampung Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026)

Berdasarkan pendataan BRIN, sekitar 3.028 desa terdampak banjir bandang di Aceh, 552 desa di Sumatera Utara, dan 162 desa di Sumatera Barat.

Dalam pemantauan kondisi pasca-bencana, kata Joko, BRIN menggunakan lebih dari 300 citra resolusi tinggi yang terus diperbarui.

Data tersebut telah dibagikan ke berbagai kementerian dan lembaga, termasuk BNPB, Badan Geologi, Kementerian Pertanian, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendukung analisis kerusakan bangunan, lahan pertanian, maupun perencanaan rehabilitasi serta rekonstruksi.

BRIN juga menyiapkan 228 peta layout estimasi rekonstruksi bangunan, jalan, dan jembatan yang disusun sejak fase tanggap darurat agar bisa dimanfaatkan pemerintah pusat dan daerah.

"Platform kami bernama SPECTRA atau Satelit Platform for Emergency Crisis Tracking and Remote Analytics. Semua hasil analisis kami ada di platform SPECTRA, alamatnya spectra.print.go.id. Jadi silakan di situ sudah ada semua datanya, baik yang bentuknya itu web GIS ya, peta berbasis web, atau yang bentuknya layout PDF," papar Joko.

Baca juga:

Para peneliti turut memetakan area mana saja yang kemungkinan perlu direlokasi untuk memitigasi banjir susulan.

Di wilayah Aceh Tamiang, misalnya, dinilai sangat berisiko mengalami banjir karena lokasi permukiman yang berdekatan dengan DAS.

Joko mengusulkan adanya pembangunan infrastuktur yang bisa mencegah luapan air ke rumah warga.

"Karena di Aceh Tamiang sangat memprihatinkan, banyak bangunan rumah yang tinggal lantai dan fondasi dan bersih tersapu banjir, tidak ada bekas dinding, tidak ada atap, isinya rumah juga tidak tahu ke mana dan sangat banyak area yang mengalami seperti itu. Di area itu sekarang banyak dibangun tenda BNPB untuk pengungsian," jelas Joko.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Swasta
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
LSM/Figur
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau