Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Kunang-Kunang di Kebun Raya Bedugul Bali, Cara Baru Edukasi Lingkungan

Kompas.com, 14 Januari 2026, 22:16 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pengunjung Kebun Raya Bedugul di Kabupaten Tabanan, Bali, bisa mengikuti program eksplorasi kunang-kunang. 

Program ini bertujuan menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konservasi flora dan fauna. 

Baca juga:

"Sehingga upaya konservasi tidak hanya terhenti pada perlindungan kawasan tapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif," kata Direktur Pengelola Kebun Raya, Marga Anggrianto, dilansir dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Melihat kunang-kunang di Kebun Raya Bedugul Bali

Kegiatan mulai pukul 16.00 sampai 21.00 Wita

Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.Dok. ANTARA/HO-Kebun Raya Bali Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.

Program eksplorasi kunang-kunang ini dikemas dalam bentuk petualangan edukatif.

Kegiatan dilakukan mulai pukul 16.00 hingga 21.00 Wita. Waktu tersebut merupakan masa peralihan dari siang ke malam.

Adapun periode tersebut dikenal sebagai fase krepuskular. Pada fase inilah kunang-kunang mulai aktif.

Eksplorasi dilakukan dengan menyusuri beberapa titik di kawasan hutan Kebun Raya Bedugul. Lokasi yang dilewati, antara lain area pemandangan Danau Beratan, hutan tropis, serta Taman Panca Yadnya.

Kawasan tersebut memiliki vegetasi hutan tropis yang masih terjaga sehingga bisa menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Baca juga:

Aneka jenis kunang-kunang

Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.iStockphoto/ruiruito Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.

Dalam kegiatan eksplorasi, pengunjung dapat menemukan beberapa jenis kunang-kunang.

Jenis yang tercatat, antara lain Lamprigera species pluralis (Spp) dan Abscondita Spp. Kedua jenis ini banyak ditemukan di area pemandangan danau serta Taman Panca Yadnya.

Marga menjelaskan, kemunculan kunang-kunang menjadi penanda kondisi lingkungan yang baik.

Habitat yang optimal ditandai dengan kelembaban udara yang tinggi, suhu udara yang terasa sejuk, sirkulasi udara yang berjalan baik, dan intensitas cahaya buatan yang rendah. Kondisi ini mendukung kehidupan serangga bercahaya alami tersebut.

Sebagai informasi, cahaya kunang-kunang berasal dari proses bioluminesensi. Proses ini merupakan reaksi kimia alami di dalam tubuh serangga. Reaksi tersebut hampir tidak menghasilkan panas.

Untuk kunang-kunang, cahaya berfungsi sebagai alat komunikasi. Fungsi utamanya berkaitan dengan proses reproduksi. Selain itu, cahaya ini juga menjadi daya tarik visual yang bernilai edukatif bagi masyarakat.

Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.iStockphoto/huePhotography Kebun Raya Bedugul di Bali menghadirkan petualangan melihat kunang-kunang sebagai sarana edukasi lingkungan.

Program eksplorasi tidak hanya menampilkan kunang-kunang. Pengunjung juga dapat menjumpai fauna malam lainnya.

Jenis yang ditemukan, antara lain amfibi, reptil, burung, serta berbagai jenis serangga. Keanekaragaman ini menunjukkan peran kebun raya sebagai habitat penting bagi satwa liar.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menggandeng komunitas Nusantara Wilderness. Komunitas ini fokus pada eksplorasi alam dan edukasi lingkungan.

Perwakilan komunitas Nusantara Wilderness, Bella Evanglista menjelaskan bahwa eksplorasi tak hanya terkait melihat satwa, tapi juga memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam.

"Kebun raya memegang peranan penting dalam perlindungan habitat," ujar Bella. 

Baca juga:

Sebagai informasi, Kebun Raya Bedugul juga dikenal sebagai Kebun Raya Bali. Menempati lahan seluas 157,5 hektar, tempat wisata ini dibuka setiap hari. Pada hari kerja, jam operasionalnya mulai pukul 08.00 Wita sampai 16.00 Wita.

Sementara itu, pada akhir pekan dan hari libur nasional, jam operasionalnya dari pukul 08.00 Wita sampai 17.00 Wita, dilansir dari laman resminya.

Kebun Raya Bedugul memiliki beragam area, di antaranya Patung Kumbarna Laga, Rumah Kaca Kaktus, Pohon Fikus Raksasa, dan Petak Cemara. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Pemerintah
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
LSM/Figur
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pemerintah
Di Hulu Rantai Nilai, Ini Cerita Petani Indonesia Hadapi Tantangan Akses Pasar
Di Hulu Rantai Nilai, Ini Cerita Petani Indonesia Hadapi Tantangan Akses Pasar
BrandzView
KLH Tuang 10.000 Liter Ecoenzym ke Sungai Cisadane, Netralkan Cemaran Pestisida
KLH Tuang 10.000 Liter Ecoenzym ke Sungai Cisadane, Netralkan Cemaran Pestisida
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau