Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemangkasan Dana Sains oleh Trump Tak Ganggu Laporan Pemanasan Global, tapi..

Kompas.com, 15 Januari 2026, 12:16 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber AFP

KOMPAS.com - Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait pemotongan pendanaan untuk sains berpotensi menciptakan celah dalam penelitian iklim. 

Namun, berdasarkan laporan Copernicus Climate Change Service milik Uni Eropa, pemangkasan tersebut tidak berdampak terhadap laporan tahunan pemanasan global yang dipantau ketat, dan sebagian bergantung pada data dari pemerintah Amerika Serikat. 

Baca juga:

"Amerika Serikat masih menjadi penyedia data yang andal untuk perkiraan cuaca," tutur Direktur Jenderal Pusat Perkiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF), yang mengoperasikan Copernicus Climate Change Service, Florian Pappenberger, dilansir dari AFP, Kamis (15/1/2026).

"Saat ini kami belum melihat... dampak operasional (dari pemotongan yang diumumkan)," tambah dia. 

Rencana Trump pangkas dana sains

Khawatir potensi hilangnya data untuk penelitian iklim ke depannya

Pemotongan dana sains era Trump dinilai belum berdampak pada laporan pemanasan global. Namun, keberlanjutan data iklim global berisiko.Dok. Freepik/wirestock Pemotongan dana sains era Trump dinilai belum berdampak pada laporan pemanasan global. Namun, keberlanjutan data iklim global berisiko.

Sebelumnya Copernicus Climate Change Service merilis laporan bulanan dan tahunan tentang keadaan iklim.

Berdasarkan laporan sorotan iklim global terbarunya yang dirilis Rabu (14/1/2026), tahun 2025 merupakan tahun terpanas ketiga dalam catatan, setelah rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun 2023 dan tahun 2024.

Copernicus menggunakan pengamatan satelit dan cuaca baik dari darat maupun laut, termasuk dari lembaga Amerika Serikat, dengan catatan yang berasal dari beberapa dekade lalu.

Meskipun belum terlihat dampak pemotongan pendanaan sains terhadap operasional, Pappenberger mengkhawatirkan potensi hilangnya data pada masa mendatang.

Kehilangan pengamatan menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi setiap prakiraan cuaca. Sebab, ketersediaan dan kuantitas pengamatan secara langsung erat kaitannya dengan kualitas prakiraan cuaca.

"Kekhawatiran utamanya adalah Anda menghentikan sistem pemantauan yang sudah ada sehingga tidak memiliki data untuk latihan pada masa depan dalam pembuatan laporan semacam ini," ucap Pappenberger.

Baca juga:

Pentingnya pendanaan untuk penelitian

Pemotongan dana sains era Trump dinilai belum berdampak pada laporan pemanasan global. Namun, keberlanjutan data iklim global berisiko.pexels Pemotongan dana sains era Trump dinilai belum berdampak pada laporan pemanasan global. Namun, keberlanjutan data iklim global berisiko.

Trump telah melakukan pemotongan besar-besaran terhadap dana penelitian iklim federal dan pengamatan bumi, termasuk program-program yang menyumbangkan data ke jaringan pemantauan internasional.

Para anggota parlemen Amerika Serikat telah menyusun rancangan undang-undang pengeluaran tahun 2026 yang akan menolak pemotongan Trump terhadap NASA dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA). Namun, undang-undang tersebut belum diselesaikan.

Direktur Copernicus Climate Change Service, Carlo Buontempo mengatakan, koordinasi dengan NASA dan NOAA tetap berlanjut, tapi potensi pemotongan dana menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan.

Baca juga:

Diketahui, Amerika Serikat merupakan penyumbang keuangan utama untuk program data kelautan internasional. Salah satunya, pelampung robotik bawah air yang berada di peraian selama berhari-hari, lalu muncul kembali ke permukaan untuk mengirimkan informasi ke satelit.

"Jika kita kehilangan pengamatan laut dalam, hal ini akan membuat kita 'buta' selama beberapa tahun," ujar Buontempo.

Sebelumnya, Copernicus Climate Change Service dan Berkeley Earth melaporkan bahwa untuk pertama kalinya, suhu global melebihi 1,5 derajat celsius relatif terhadap masa pra-industri rata-rata selama tiga tahun terakhir. 

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memperingatkan para kepala negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secepat mungkin. 

Di sisi lain, upaya untuk menahan laju pemanasan global mengalami berbagai kemunduran. Misalnya, di bawah pimpinan Trump, Amerika Serikat keluar dari perjanjian iklim PBB.

Padahal Amerika Serikat merupakan negara penyumbang pemanasan global kedua di dunia setelah China. 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau