Studi ini juga menunjukkan bahwa pendorong umum yang sama memengaruhi risiko di seluruh dunia.
Pada tingkat makro, akses terhadap bahan bakar bersih dan listrik yang andal menurunkan risiko kematian akibat polusi udara.
Investasi perawatan kesehatan yang lebih tinggi juga mengurangi risiko kematian akibat polusi udara.
"Temuan kami menunjukkan, akses yang lebih baik ke bahan bakar memasak bersih dan teknologi di daerah pedesaan serta peningkatan pengeluaran untuk layanan kesehatan sangat penting untuk mengurangi kematian akibat HAAP, sedangkan kondisi pedesaan dan kekurangan energi secara signifikan meningkatkan risiko kematian tersebut," bunyi studi tersebut.
Di sisi lain, populasi pedesaan yang lebih besar, dengan akses energi rumah tangga yang terbatas, meningkatkan risiko kematian akibat polusi udara.
Pola ini membantu menjelaskan mengapa kematian akibat polusi udara tetap terkonsentrasi di negara-negara berkembang dan yang perekonomiannya sedang tumbuh.
Sementara itu, negara-negara maju mengalami jauh lebih sedikit kematian meski permasalahan polusi udara dalam ruangan belum hilang.
Baca juga:
Namun, mengurangi polusi udara dalam ruangan di negara berkembang membutuhkan akses ke bahan bakar dan teknologi memasak yang bersih, listrik di pedesaan, serta peningkatan perawatan kesehatan.
Oleh karena itu, temuan dalam studi ini menggarisbawahi pentingnya energi rumah tangga yang bersih dan menguatkan sistem kesehatan untuk mengurangi kematian terkait polusi udara.
Studi tersebut menyarankan untuk memandang polusi udara dalam ruangan sebagai tantangan kesehatan global maupun nasional, dengan akar permasalahan yang sama.
Maka dari itu, menghubungkan polusi udara dalam ruangan secara jelas dengan kesehatan masyarakat akan menjadi alasan untuk semua orang bertindak lebih jauh.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya