Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Beli 2,85 Juta Kredit Karbon, Disebut Terbesar di Dunia

Kompas.com, 16 Januari 2026, 14:56 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Microsoft sepakat membeli 2,85 juta kredit karbon tanah (soil carbon credits) dari Indigo Carbon. Kesepakatan ini disebut yang terbesar dalam sejarah pasar kredit karbon berbasis tanah. 

Langkah ini juga dilakukan saat emisi perusahaan teknologi Amerika Serikat ini meningkat akibat ekspansi pusat data dan pengembangan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).

Baca juga:

"Microsoft sangat antusias dengan pendekatan Indigo (Carbon) dalam pertanian regeneratif yang menghasilkan hasil yang dapat diukur melalui kredit karbon yang terverifikasi dan pembayaran kepada petani," kata Direktur Penghapusan Karbon di Microsoft, Phillip Goodman, dilansir dari Reuters, Jumat (16/1/2026).

Tidak hanya itu, Microsoft juga menegaskan targetnya untuk menjadi carbon negative pada tahun 2030.

Artinya, Microsoft berencana untuk memastikan, mereka memfasilitasi penghilangan karbon lebih banyak dibanding jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh operasionalnya secara global.

Sebagai informasi, dilansir dari laman Offset Guide, kredit karbon merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan (biasanya berupa sertifikat virtual) yang mewakili klaim atas pengurangan emisi gas rumah kaca atau peningkatan penyerapan gas rumah kaca dari atmosfer.

Dilaporkan Kompas.com, Kamis (10/4/2025), kredit karbon menjadi semacam izin bagi perusahaan untuk "mengimbangi" emisi gas rumah kaca mereka.

Jika sebuah perusahaan mengeluarkan banyak karbon, mereka bisa membeli kredit ini dari pihak lain yang membantu menyerap atau mencegah emisi karbon.

Baca juga:

Microsoft beli 2,85 juta kredit karbon, pecahkan rekor

Nilai transaksi disebut ratusan juta dollar Amerika Serikat

Microsoft membeli 2,85 juta kredit karbon dari Indigo Carbon, kejar target carbon negative 2030 di tengah lonjakan pusat data.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Microsoft membeli 2,85 juta kredit karbon dari Indigo Carbon, kejar target carbon negative 2030 di tengah lonjakan pusat data.

Microsoft dan Indigo Carbon menandatangani kerja sama selama 12 tahun, dengan nilai transaksi yang tidak diumumkan secara resmi.

Kendati demikian, seorang sumber yang mengetahui kesepakatan ini menyebut harga kredit berada di kisaran 60 hingga 80 dollar Amerika Serikat per ton (sekitar Rp 1,01 juta sampai Rp 1,35 juta).

Jika dihitung, total nilai transaksi diperkirakan mencapai 171 juta hingga 228 juta dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 2,8 triliun sampai Rp 3,8 triliun).

Sebagai informasi, berbasis di Amerika Serikat, Indigo Carbon menekankan peran pertanian regeneratif dalam penghilangan karbon berintegritas tinggi.

Adapun pertanian regeneratif mencakup berbagai praktik ramah lingkungan, di antaranya mengurangi pembajakan tanah, menanam tanaman penutup, serta membiarkan ternak merumput secara alami.

Praktik ini bertujuan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap karbon sekaligus menahan air.

Menurut data dari perusahaan riset pasar karbon Sylvera, permintaan kredit karbon berbasis tanah meningkat sepanjang tahun lalu.

Sebelumnya, Microsoft membeli 2,6 juta kredit karbon dari Agoro Carbon. Kesepakatan tersebut sempat memegang rekor sebelum akhirnya dilampaui oleh kerja sama dengan Indigo Carbon.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau