Penulis
KOMPAS.com - Google resmi membeli total 1,17 gigawatt (GW) energi bebas karbon melalui kerja sama jangka panjang dengan Clearway Energy Group, Kamis (15/1/2026).
Clearway mengumumkan bahwa mereka mengeksekusi tiga perjanjian jual-beli tenaga listrik (PJBTL) atau power purchase agreement (PPA) baru dengan perusahaan teknologi tersebut.
Baca juga:
"Clearway bangga berkolaborasi dengan Google dalam portofolio proyek yang beragam, yang akan menyediakan pasokan energi dan kapasitas dalam waktu dekat untuk mendukung operasional pusat data Google di wilayah-wilayah yang mengalami pertumbuhan beban historis," kata Senior Vice President of Origination di Clearway, Valerie Wooley lewat keterangan resmi, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Proyek energi tersebut berlokasi di tiga wilayah Amerika Serikat, tepatnya di Missouri, Texas, dan West Virginia. Energi dari proyek ini akan disalurkan ke jaringan listrik lokal untuk mendukung pusat data Google.
Baca juga: Google Bilang Target Iklim Makin Sulit Diraih, Emisi Naik Tajam
Sementara itu, Google menilai kerja sama ini tidak hanya soal energi untuk pusat data, tapi juga membantu memperkuat jaringan listrik secara keseluruhan.
"Memperkuat jaringan listrik dengan menerapkan energi yang lebih andal dan bersih sangat penting untuk mendukung infrastruktur digital yang diandalkan oleh bisnis dan individu," ucap Global Head of Data Center Energy Google, Amanda Peterson Corio.
"Kolaborasi kami dengan Clearway akan membantu memasok energi untuk pusat data kami dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di komunitas-komunitas yang berada di wilayah SPP, ERCOT, dan PJM," imbuh dia.
Adapun langkah ini menjadi bagian penting dari strategi Google dalam menekan emisi karbon dari operasional digital yang terus tumbuh.
Google membeli 1,2 GW energi bebas karbon dari Clearway untuk mendukung pusat data dan memperkuat jaringan listrik bersih.Dalam perjanjian tersebut, Clearway akan memasok energi bebas karbon ke jaringan listrik di wilayah SPP, ERCOT, dan PJM. Wilayah ini merupakan area penting bagi operasional pusat data Google.
Energi yang dihasilkan akan digunakan untuk menopang kebutuhan listrik pusat data hingga 20 tahun ke depan, dilansir dari ESG Today.
Kerja sama jangka panjang ini juga bertujuan memperkuat keandalan jaringan listrik regional.
Clearway menyebut proyek ini sebagai investasi besar dalam infrastruktur energi bersih. Total nilai investasi mencapai lebih dari 2,4 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 40,58 triliun).
Investasi tersebut digunakan untuk membangun pembangkit energi yang andal dan rendah emisi. Proyek ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan beban listrik yang meningkat pesat akibat ekspansi pusat data.
Baca juga:
Google membeli 1,2 GW energi bebas karbon dari Clearway untuk mendukung pusat data dan memperkuat jaringan listrik bersih.Pembangunan proyek energi bebas karbon ini akan dimulai pada tahun 2025. Total kapasitas yang mulai dikembangkan melebihi satu GW.
Sementara itu, Clearway menargetkan lokasi pertama mulai beroperasi pada tahun 2027 dan 2028.
Kerja sama terbaru ini juga memperluas kemitraan yang sudah ada sebelumnya. Google dan Clearway saat ini telah memiliki PPA berkapasitas 71,5 megawatt yang beroperasi di West Virginia, Amerika Serikat.
Dengan tambahan proyek baru ini, total kemitraan energi bersih Google dan Clearway kini mencapai 1,24 GW.
Baca juga: Google Teken Perjanjian Energi Angin Lepas Pantai Pertama di Asia
Sebagai informasi, tujuan lingkungan Google mencakup target mencapai emisi nol bersih di seluruh operasinya dan rantai nilai pada tahun 2030.
Perusahaan ini juga punya ambisi CFE 24/7, yang bertujuan mengoperasikan seluruh bisnisnya menggunakan energi bebas karbon (CFE) pada tahun 2030.
Meskipun penggunaan energi Google terus meningkat, perusahaan tersebut melaporkan bahwa mereka berhasil mengurangi emisi karbon dari pusat data mereka sebesar 12 persen pada tahun 2024.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya