Penulis
Dalam studi ini, peneliti menggunakan data input dan produksi pertanian dari USDA yang mencakup hampir seluruh negara di dunia.
Data emisi diambil dari Food and Agriculture Organization (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan output per unit input memiliki peran terbesar dalam menekan pertumbuhan emisi.
Contohnya meliputi benih unggul, pupuk yang lebih efisien, dan teknologi pertanian modern.
Teknologi seperti ini membantu petani menghasilkan lebih banyak dari lahan yang sama. Dampaknya, tekanan terhadap perluasan lahan dan emisi bisa ditekan.
Baca juga:
"Sepertinya arah perubahan teknologi, setidaknya secara global, sebenarnya dapat membantu mengurangi emisi karbon,” kata Ortiz-Bobea.
"Namun, kita membutuhkan model lain untuk benar-benar memahami trade-off yang ada dan mengidentifikasi arah ideal bagi perubahan teknologi. Kita tidak tahu pasti, tetapi kita ingin mengidentifikasi arah-arah berbeda yang dapat didorong oleh kebijakan," tambah dia.
Temuan ini juga membawa pesan kuat bagi pembuat kebijakan.
Ortiz-Bobea menyoroti kondisi di Amerika Serikat. Produktivitas pertanian mulai melambat akibat stagnasi pendanaan riset dan pengembangan selama empat dekade terakhir.
Dalam kondisi sumber daya yang terbatas, kebijakan R&D perlu diarahkan dengan tujuan yang jelas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya