KOMPAS.com - Daftar lokasi pertandingan Olimpiade Musim Dingin diprediksi berkurang akibat perubahan iklim, khususnya dalam beberapa tahun mendatang.
Situasinya cukup serius sehingga Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee atau IOC) tengah mempertimbangkan untuk merotasi penyelenggaraan Olimpiade di antara sejumlah lokasi yang sesuai, atau menyelenggarakan ajang olahraga itu lebih awal.
Baca juga:
"Perubahan iklim akan mengubah lokasi di mana kita dapat mengadakan Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade. Tidak ada keraguan tentang itu. Pertanyaannya hanya, seberapa besar?" ucap profesor University of Waterloo, Daniel Scott, dilansir dari AP, Selasa (20/1/2026).
Bersama associate professor dari University of Innsbruck, Robert Steiger, Scott melakukan penelitian tentang kelaikan lokasi pertandingan Olimpiade Musim Dingin.
Dari 93 lokasi pegunungan yang saat ini memiliki infrastruktur olahraga musim dingin untuk menyelenggarakan kompetisi elit, hanya 52 lokasi yang diperkirakan akan memiliki ketebalan salju dan suhu dingin yang cukup untuk dapat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada tahun 2050-an.
Kabar buruknya, jumlah tersebut dapat merosot hingga hanya 30 lokasi pada tahun 2080-an, tergantung pada seberapa besar dunia mampu menekan polusi karbon dioksida (CO2).
Adapun IOC memprioritaskan lokasi-lokasi yang memiliki setidaknya 80 persen arena pertandingan yang sudah tersedia sehingga membuat kumpulan calon tuan rumah yang potensial menjadi jauh lebih sedikit.
Situasinya bahkan lebih suram untuk Paralimpiade Musim Dingin, yang biasanya diadakan di lokasi yang sama dua minggu setelah Olimpiade Musim Dingin berakhir.
Baca juga:
Ilustrasi Grenoble di Perancis. Daftar lokasi pertandingan Olimpiade Musim Dingin diprediksi berkurang akibat perubahan iklim, khususnya dalam beberapa tahun mendatang.Peneliti menyebut beberapa kota yang tak lolos seleksi sebagai tuan rumah menyelenggarakan olahraga salju, di antaranya Grenoble dan Chamonix di Perancis, Garmisch-Partenkirchen di Jerman, dan Sochi di Rusia.
Sementara itu Vancouver di Kanada; Palisades Tahoe di California, Amerika Serikat; Sarajevo di Bosnia-Herzegovina dan Oslo di Norwegia dinilai "berisiko secara iklim".
Baca juga:
Menurut penelitian, hampir tidak ada lokasi yang dapat diandalkan untuk ajang olahraga salju tanpa bantuan salju buatan pada pertengahan abad ini.
Salju buatan pertama kali digunakan untuk Olimpiade Musim Dingin pada tahun 1980 di Lake Placid, New York. Tak hanya itu, salju buatan juga digunakan hampir penuh saat Beijing, China, jadi tuan rumah pertama kalinya pada tahun 2022.
Untuk Olimpiade tahun ini yang akan berlangsung di Italia, panitia penyelenggara berencana untuk membuat hampir 2,4 juta meter kubik salju.
Italia utara dikenal dengan musim dinginnya yang dingin dan bersalju. Namun, curah salju musiman telah berkurang secara signifikan di seluruh wilayah Alpen, dengan penurunan paling tajam terutama selama 40 tahun terakhir akibat peningkatan suhu.
Daftar lokasi pertandingan Olimpiade Musim Dingin diprediksi berkurang akibat perubahan iklim, khususnya dalam beberapa tahun mendatang.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya