Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Beli Kredit Karbon 2 Kali Lipat, Tebus Rekor Emisi 2024

Kompas.com, 23 Januari 2026, 19:33 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Pembelian kredit karbon Microsoft meningkat secara signifikan selama setahun terakhir. Perusahaan teknologi ini membeli kredit karbon untuk "menebus" rekor emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkannya atau sebesar 45 juta metrik ton karbon dioksida (CO2) pada tahun 2024. 

Angka tersebut dua kali lipat dari volume yang dikontrak oleh Microsoft pada tahun sebelumnya. Bahkan, rekor emisi GRK tersebut sembilan kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.

Baca juga:

"Dengan setiap bentuk pengurangan karbon, Anda membutuhkan pihak yang bersedia membeli kredit karbon agar model ekonomi dapat berfungsi. Dengan memastikan komitmen permintaan masa depan, penyedia layanan dapat mengamankan pembiayaan, merekrut tenaga kerja, dan mengembangkan proyek mereka," kata Direktur portofolio penghapusan karbon Microsoft, Phil Goodman, dilansir dari ESG Today, Jumat (23/1/2026).

"Kami hanya membeli sebagian kecil dari total kredit proyek, dan kami berharap perusahaan lain dapat mengambil keputusan pengadaan lebih cepat mengetahui bahwa proyek-proyek dalam portofolio kami telah melalui proses due diligence yang mendalam," lanjut dia.

Pembelian kredit karbon Microsoft meningkat

Ilustrasi Microsoft Excelfreepik.com/rawpixel.com Ilustrasi Microsoft Excel

Microsoft menandatangani kesepakatan "penebusan" emisi GRK melalui kredit karbon dengan 21 perusahaan pada tahun 2025.

Proyek kredit karbon mencakup berbagai wilayah geografis, serta menggunakan pendekatan solusi berbagai alam dan rekayasa.

Kesepakatan tersebut berkontribusi setara dengan menghilangkan hampir 10 juta mobil bermesin pembakaran internal dari jalan raya selama setahun.

Program "penebusan" tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menjadi negatif karbon pada tahun 2030, dengan menghilangkan lebih banyak emisi GRK daripada yang dihasilkannya.

Program tersebut juga menargetkan untuk "menebus" jumlah emisi GRK yang telah dihasilkannya secara historis pada 2050.

Baca juga:

Microsoft terlebih dahulu mengambil pendekatan pengurangan emisi GRK untuk mencapai tujuannya.

Perusahaan ini akan memakai "penebusan" melalui kredit karbon untuk mengatasi emisi residual dan historis yang tidak bisa dikurangi melalui pengurangan.

Meski mencatat kemajuan pesat dalam "penebusan" emisi GRK yang dihasilkan melalui pembelian kredit karbon, Microsoft masih harus menempuh jalan panjang untuk mencapai targetnya. Apalagi, target "penebusan" emisi GRK sebesar 7-9 miliar ton karbon dioksida.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Microsoft untuk membantu meningkatkan skala pasar kredit karbon.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Perkuat Reputasi Internasional, Proyek Elektrifikasi Kereta Cepat Malaysia Rampung Lebih Awal di Tangan Teknisi PLN
Pemerintah
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
5 Tips Membuat Resume Lamaran Kerja pada Era AI
LSM/Figur
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Longsor Bantargebang Tewaskan Empat Orang, KLH Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau