Wilayah AS bagian timur menjadi area penelitian aktif dengan ketidakpastian.
"Salah satu hipotesisnya, pemanasan Arktik mengurangi kontras suhu antara kutub dan garis lintang tengah, yang terkadang dapat melemahkan atau mendistorsi arus jet dan memungkinkan udara dingin Arktik menyebar ke selatan," ujar profesor meteorologi Universitas Northern Illinois, Victor Gensini.
Sebelumnya, Trump bersikap skeptis terhadap isu iklim. Dia menyebut energi terbarukan dan krisis iklim sebagai penipuan terbesar di dunia dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025).
Ia menyinggung kebijakan Uni Eropa untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global maupun krisis iklim.
”Semua prediksi yang dibuat PBB dan banyak pihak lain itu salah. Prediksi itu dibuat orang-orang bodoh yang membuat negara mereka kehilangan kekayaan dan kesempatan untuk sukses,” ujar Trump.
Baca juga: Kerja Sama Iklim Internasional Meningkat Meskipun Ada Efek Trump
Trump membanggakan bahwa AS saat ini sedang memerangi penggunaan energi terbarukan, dengan menyatakan bahwa pemanfaatan tenaga matahari dan angin terlau mahal.
Bahkan, UU terbaru mengakhiri kredit pajak energi terbarukan dan AS mulai mengeksplorasi pengeboran cadangan gas, minyak, dan batubara baru.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya