KOMPAS.com - Polusi udara tidak mengenal batas wilayah. Polusi udara dipengaruhi berbagai sektor ekonomi, cuaca, geografi, dan berbagai sumber-sumber lain yang terpisah.
Perbaikan di satu sektor saja, seperti menghentikan konstruksi atau melarang kendaraan tua, kemungkinan besar tidak akan menghasilkan perubahan sistemik secara menyeluruh.
Baca juga:
Sebagai conth, sebagian wilayah India, termasuk ibu kota Delhi, kembali diselimuti kabut asap tebal baru-baru ini karena polusi beracun dari industri dan pembakaran lahan pertanian melanda wilayah itu, dilansir dari Phys.org, Kamis (29/1/2026).
Delhi telah memperketat pembatasan sumber polusi udara secara lokal terhadap mobil atau konstruksi. Namun, setidaknya selusin pembangkit listrik tenaga batu bara di dekat kota itu malah terus beroperasi tanpa filter polusi utama.
Program udara bersih nasional di India menugaskan kota-kota untuk mengendalikan sebagian besar polusi. Meski India telah menguatkan aksi perbaikan kualitas udara, polusi tetap menjadi masalah yang berulang.
Perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan koordinasi di berbagai tingkatan pemerintahan.
Maka dari itu, diperlukan tata kelola pada skala daerah aliran udara atau wilayah di mana cuaca dan geografi lokal, seperti pegunungan, memengaruhi bagaimana udara dan polutan bergerak.
Polusi udara tidak mengenal batas wilayah. Polusi udara dipengaruhi berbagai sektor ekonomi, cuaca, geografi, dan berbagai sumber lain.Sudah sepatutnya pemerintah mengamati bagaimana polusi udara menyebar di suatu wilayah, kemudian mengembangkan aturan untuk koordinasi antar yurisdiksi.
Langkah itu berarti menetapkan peran yang jelas untuk berbagai departemen, memberlakukan standar data bersama, serta menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa.
Hal itu bertujuan agar upaya bisa terkoordinasi sehingga dapat mengatasi masalah tersebut secara efektif. Saat ini, program udara bersih India berfokus pada pengurangan tingkat partikel di lingkungan sekitar 20–30 persen.
Pendekatan paling efektif dilakukan dengan mencari tahu sektor pendorong polusi udara, di antaranya transportasi, konstruksi, industri, energi, limbah, serta bahan bakar rumah tangga.
Kemudian, menetapkan target dan jangka waktu spesifik untuk pengurangan polusi udara pada setiap sektor.
Baca juga:
India membentuk Komisi Pengelolaan Kualitas Udara (CAQM) untuk mengelola pada tingkat daerah aliran sungai (DAS) di seluruh negara bagian.
Menegakkan tanggung jawab penanganan polusi udara di tingkat lokal maupun nasional dan pada berbagai kementerian, termasuk di bidang energi, transportasi, pertanian, industri, dan pembangunan perkotaan, menjadi bagian tersulit.
CAQM dapat mengambil inventaris polusi di seluruh wilayah udara dan menerjemahkannya menjadi target jangka pendek, sektor demi sektor untuk setiap kementerian, dengan tenggat waktu dan akuntabilitas yang jelas.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya