Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
FINTECH

AdaKami Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 1 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Kompas.com, 4 Februari 2026, 13:29 WIB
Hotria Mariana,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi ribuan warga, bahkan sampai hari ini. Kebutuhan dasar seperti pangan dan sanitasi menjadi tantangan utama dalam pemulihan pascabencana.

Merespons kondisi tersebut, AdaKami turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1 miliar melalui program AdaKami Peduli. Kolaborasi dengan BenihBaik.com, platform pengumpulan dana dan donasi digital, memungkinkan penyaluran bantuan berjalan lebih tepat sasaran.

Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan dapur umum sampai dengan fasilitas sanitasi darurat di enam wilayah di Aceh. Lokasi yang menjadi titik penyaluran meliputi Kampung Durian Dusun Subur, Dusun Mesjid, Desa Blang Cut, Gampong Alue Ie Mirah, Dusun Pasi, dan Kota Lintang.

Pemenuhan kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak

Program bantuan dirancang untuk menjangkau kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga terdampak. Dapur umum yang disiapkan mampu melayani hingga 100 orang per hari dengan tiga kali waktu makan.

Baca juga: 3 Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Sementara itu, fasilitas sanitasi darurat dilengkapi tandon air bersih berkapasitas 5.000 liter beserta sarana pendukung lainnya di setiap titik penyaluran. Program ini dilaksanakan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Direktur Utama AdaKami Bernardino Vega menjelaskan bahwa respons perusahaan diarahkan pada dua prioritas utama yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

"Respons kami diarahkan pada dua hal, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar serta pengurangan tekanan finansial bagi pengguna terdampak, agar pemulihan dapat berlangsung lebih berimbang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Bernardino berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam pemulihan.

Baca juga: Perkuat Ekosistem Keuangan Digital, AdaKami Dukung Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Fasilitas dapur umum yang disiapkan melalui program AdaKami Peduli mampu melayani kebutuhan pangan hingga 100 orang per hari bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh.Dok. AdaKami Fasilitas dapur umum yang disiapkan melalui program AdaKami Peduli mampu melayani kebutuhan pangan hingga 100 orang per hari bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh.

Relaksasi pinjaman bagi pengguna terdampak

Selain penyaluran bantuan fisik, AdaKami juga memberikan relaksasi pinjaman bagi pengguna di wilayah terdampak bencana. Kebijakan ini diterapkan melalui opsi relaksasi dan restrukturisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK Indra mengapresiasi inisiatif bantuan kolaboratif tersebut.

"Kami dari OJK menyampaikan apresiasi kepada AdaKami yang secara konsisten memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ucapnya.

Baca juga: OJK dan AdaKami Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan Perempuan

Lebih lanjut, Indra menilai, lembaga jasa keuangan yang sehat dan tumbuh berkelanjutan adalah lembaga yang mampu menyeimbangkan kinerja keuangan dengan inovasi, kepatuhan, dan kepedulian sosial.

"Semoga inisiatif ini menjadi inspirasi untuk pinjaman daring (pindar) lainnya," tambahnya.

Kolaborasi untuk akses pangan dan sanitasi berkelanjutan

Meskipun kondisi banjir sudah surut, kebutuhan dasar masih menjadi tantangan di lapangan. Founder & Chief Executive Officer (CEO) BenihBaik.com Andy F Noya menyatakan bahwa kolaborasi ini membantu memastikan akses pangan, kesehatan, dan sanitasi tetap tersedia selama masa pemulihan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Desa Sejahtera Astra
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Pemerintah
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Pemerintah
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
LSM/Figur
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
LSM/Figur
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial
Pemerintah
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Perusahaan Global Terancam Tagihan Karbon Sebesar Rp24.908 Triliun
Pemerintah
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Poliester Daur Ulang Dinilai Gagal Atasi Masalah Sampah Tekstil Global
Pemerintah
Gelombang Panas Melanda, Pasokan Energi Surya Uni Eropa Naik 17 Persen
Gelombang Panas Melanda, Pasokan Energi Surya Uni Eropa Naik 17 Persen
Pemerintah
Emisi NOx Industri Nikel di Sulawesi-Maluku Lampaui Sumber Polusi Jabodetabek
Emisi NOx Industri Nikel di Sulawesi-Maluku Lampaui Sumber Polusi Jabodetabek
LSM/Figur
Studi Sebut Kekeringan Mengubah Pola Penyebaran Penyakit Menular
Studi Sebut Kekeringan Mengubah Pola Penyebaran Penyakit Menular
Pemerintah
Penyedia Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Pengelolaan 130.199 Ton Limbah B3 ke KLH
Penyedia Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Pengelolaan 130.199 Ton Limbah B3 ke KLH
Pemerintah
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
Ayam Hutan Indonesia Terancam Kehilangan Kemurnian Genetik akibat Perburuan dan Persilangan
LSM/Figur
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Karhutla Global Musnahkan 4 Juta Hektar Hutan Tropis Lindung
Pemerintah
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau