Penulis
KOMPAS.com - Pemerintah Inggris merilis rencana nasional pertamanya untuk mengatasi forever chemicals (zat kimia abadi), Selasa (3/2/2026). Bahan kimia ini dikenal dengan nama PFAS atau per- and polyfluoroalkyl substances.
PFAS merupakan kelompok besar bahan kimia buatan manusia. Jumlahnya mencapai sekitar 10.000 jenis. Zat ini digunakan dalam banyak produk sehari-hari, misalnya dari kotak pizza, peralatan masak, hingga pakaian tahan air.
Baca juga:
PFAS dijuluki “forever chemicals” karena sangat sulit terurai. Zat ini membutuhkan waktu sangat lama untuk terpecah secara alami.
Akibatnya, PFAS terus menumpuk di lingkungan dan bisa bertahan di tanah, air, dan rantai makanan, dilansir dari AFP, Kamis (5/2/2026).
Inggris merilis rencana nasional pertama untuk mengatasi forever chemicals atau PFAS yang mengancam kesehatan dan lingkungan.Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (Defra) menyebut dampak PFAS sangat serius.
Dalam pernyataan resmi, Defra mengatakan, risiko PFAS kemungkinan akan bertahan selama ratusan tahun. Risiko tersebut menyasar kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Pemerintah Inggris menyusun rencana ini untuk memahami sumber PFAS, sekaligus mengetahui pola penyebarannya. Tujuan utama rencana tersebut adalah mengurangi paparan terhadap manusia dan alam.
Untuk pertama kalinya, Inggris akan menilai keberadaan PFAS di muara sungai dan perairan pesisir Inggris. Penilaian ini menjadi langkah awal untuk memetakan skala masalah yang selama ini belum terungkap sepenuhnya.
PFAS diketahui sudah masuk ke dalam makanan dan air minum. Paparan jangka panjang, bahkan pada kadar rendah, bisa berbahaya bagi tubuh.
Berbagai penelitian mengaitkan PFAS dengan kerusakan hati. Zat ini juga dikaitkan dengan kolesterol tinggi.
Dampak lain yang ditemukan adalah penurunan respons sistem imun. PFAS juga berhubungan dengan berat badan lahir rendah, serta beberapa jenis kanker juga dikaitkan dengan paparan kronis zat ini.
Baca juga:
Inggris merilis rencana nasional pertama untuk mengatasi forever chemicals atau PFAS yang mengancam kesehatan dan lingkungan.Dalam rencana tersebut, Pemerintah Inggris akan membuka konsultasi publik pada akhir tahun ini.
Konsultasi ini membahas penerapan batas hukum PFAS dalam regulasi pasokan air publik di Inggris. Jika batas tersebut dilampaui, regulator bisa bertindak lebih tegas.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya