KOMPAS.com - IPB University mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam proyek riil, magang, riset kolaboratif, serta pemecahan masalah nyata di lapangan.
Langkah tersebut berdampak terhadap lulusan kampus yang berbasis di Bogor Jawa Barat itu bisa memasuki dunia kerja dalam waktu 3,9 bulan usai kelulusan.
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menyatakan, hal tersebut didasarkan pada hasil tracer study, yang merupakan metode survei atau penelitian untuk melacak jejak mahasiswanya 1-2 tahun pasca kelulusan.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Jawa Barat Versi THE WUR 2026: UI Ungguli ITB dan IPB
"Sejak masa studi, mahasiswa terlibat dalam proyek riil, magang, riset kolaboratif, serta pemecahan masalah nyata di lapangan, yang diperkuat dengan penguasaan skill teknis dan nonteknis melalui skema pembelajaran fleksibel,” ujar rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Dr. Alim Setiawan Slamet terpilih menjadi Rektor IPB University periode 2025-2028 menggantikan Prof. Dr. Arif Satria.Menurut Alim, salah satu penguatan kompetensi berbasis industri dilakukan melalui program mikrokredensial bagi mahasiswa.
IPB University telah melanggan sebanyak 20.000 akun LinkedIn Learning yang dapat diakses mahasiswa secara gratis sejak November 2023. Sebanyak 14.000 akun di antaranya disediakan untuk mahasiswa program S1 dan D4 semester tiga ke atas.
Program mikrokredensial membuka akses terhadap lebih dari 21.500 kursus dan sertifikasi profesional yang diselenggarakan oleh penyedia global, seperti Microsoft, Google Cloud, Adobe, Oracle, hingga Intuit.
Sertifikat dan skill yang diperoleh mahasiswa secara otomatis terintegrasi dengan profil LinkedIn masing-masing, sehingga dapat langsung terbaca oleh employer dan talent hunter.
Penguatan kompetensi berbasis industri berkontribusi terhadap kesiapan bekerja lulusan IPB University.
Dari lulusan yang disurvei melalui study tracer, sebanyak 57,3 persen bekerja; 4,3 persen berwirausaha; serta 13,3 persen melanjutkan studi. Sebanyak 44,3 persen di antaranya berkarier sesuai dengan bidang keilmuan.
Baca juga: Jalur Masuk IPB University 2026, Kuota Fakultas Kedokteran Besar
Hasil survei juga menunjukkan user dari lulusan IPB University memiliki penilaian tersendiri terhadap para alumni dari kampus ini.
"Lulusan IPB dinilai mampu berkontribusi sejak awal bekerja, memahami konteks lapangan, serta menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan," jelas Alim.
IPB University menempatkan jalur berwirausaha sebagai pilihan karir yang setara dan strategis dengan jalur profesional. IPB University mendukung jalur berwirausaha melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi multipihak, serta penguatan ekosistem dan program mikrokredensial.
Pendekatan-pendekatan tersebut mempersiapkan lulusan IPB University untuk tidak hanya menjadi pencari kerja. Namun, juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat lokal.
Hasil survei pengguna juga menunjukkan lulusan IPB University memiliki keunggulan dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, serta sensitivitas sosial dan keberlanjutan.
Bahkan, sejumlah keunggulan disebut menjadi kompetensi pembeda di tengah dinamika dunia kerja, transformasi digital, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: IPB University Pastikan Tak Ada Mahasiswa yang Putus Kuliah
“Dengan spektrum karir yang luas dan keterserapan lulusan yang kuat, IPB University berkomitmen menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tutur Alim.
Menurut Alim, para alumni IPB University mampu menghadirkan dampak langsung di masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya