Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tracer Study ungkap Lulusan IPB University Masuk Dunia Kerja Kurang dari 4 Bulan

Kompas.com, 6 Februari 2026, 13:48 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - IPB University mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam proyek riil, magang, riset kolaboratif, serta pemecahan masalah nyata di lapangan.

Langkah tersebut berdampak terhadap lulusan kampus yang berbasis di Bogor Jawa Barat itu bisa memasuki dunia kerja dalam waktu 3,9 bulan usai kelulusan.

Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menyatakan, hal tersebut didasarkan pada hasil tracer study, yang merupakan metode survei atau penelitian untuk melacak jejak mahasiswanya 1-2 tahun pasca kelulusan.

Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Jawa Barat Versi THE WUR 2026: UI Ungguli ITB dan IPB

"Sejak masa studi, mahasiswa terlibat dalam proyek riil, magang, riset kolaboratif, serta pemecahan masalah nyata di lapangan, yang diperkuat dengan penguasaan skill teknis dan nonteknis melalui skema pembelajaran fleksibel,” ujar rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

Dr. Alim Setiawan Slamet terpilih menjadi Rektor IPB University periode 2025-2028 menggantikan Prof. Dr. Arif Satria.ipb.ac.id Dr. Alim Setiawan Slamet terpilih menjadi Rektor IPB University periode 2025-2028 menggantikan Prof. Dr. Arif Satria.

Penguatan kompetensi

Menurut Alim, salah satu penguatan kompetensi berbasis industri dilakukan melalui program mikrokredensial bagi mahasiswa.

IPB University telah melanggan sebanyak 20.000 akun LinkedIn Learning yang dapat diakses mahasiswa secara gratis sejak November 2023. Sebanyak 14.000 akun di antaranya disediakan untuk mahasiswa program S1 dan D4 semester tiga ke atas.

Program mikrokredensial membuka akses terhadap lebih dari 21.500 kursus dan sertifikasi profesional yang diselenggarakan oleh penyedia global, seperti Microsoft, Google Cloud, Adobe, Oracle, hingga Intuit.

Sertifikat dan skill yang diperoleh mahasiswa secara otomatis terintegrasi dengan profil LinkedIn masing-masing, sehingga dapat langsung terbaca oleh employer dan talent hunter.

Penguatan kompetensi berbasis industri berkontribusi terhadap kesiapan bekerja lulusan IPB University.

Dari lulusan yang disurvei melalui study tracer, sebanyak 57,3 persen bekerja; 4,3 persen berwirausaha; serta 13,3 persen melanjutkan studi. Sebanyak 44,3 persen di antaranya berkarier sesuai dengan bidang keilmuan.

Baca juga: Jalur Masuk IPB University 2026, Kuota Fakultas Kedokteran Besar

Hasil survei juga menunjukkan user dari lulusan IPB University memiliki penilaian tersendiri terhadap para alumni dari kampus ini.

"Lulusan IPB dinilai mampu berkontribusi sejak awal bekerja, memahami konteks lapangan, serta menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan," jelas Alim.

Jalur berwirausaha

IPB University menempatkan jalur berwirausaha sebagai pilihan karir yang setara dan strategis dengan jalur profesional. IPB University mendukung jalur berwirausaha melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi multipihak, serta penguatan ekosistem dan program mikrokredensial.

Pendekatan-pendekatan tersebut mempersiapkan lulusan IPB University untuk tidak hanya menjadi pencari kerja. Namun, juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat lokal.

Hasil survei pengguna juga menunjukkan lulusan IPB University memiliki keunggulan dalam kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, serta sensitivitas sosial dan keberlanjutan.

Bahkan, sejumlah keunggulan disebut menjadi kompetensi pembeda di tengah dinamika dunia kerja, transformasi digital, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: IPB University Pastikan Tak Ada Mahasiswa yang Putus Kuliah

“Dengan spektrum karir yang luas dan keterserapan lulusan yang kuat, IPB University berkomitmen menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global serta berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tutur Alim.

Menurut Alim, para alumni IPB University mampu menghadirkan dampak langsung di masyarakat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
Survei Global Temukan Risiko Greenwashing Meluas di Perusahaan
LSM/Figur
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
Penyelamat Iklim yang Terlupakan, Ini Manfaat Padang Lamun untuk Indonesia
LSM/Figur
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
Sering Cek Email Kerja Saat Akhir Pekan? Waspada Dampaknya untuk Mental
LSM/Figur
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Hari Perempuan Internasional, Rayakan Peran Perempuan di Balik Gerai Kopi
Swasta
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
Terumbu Karang Bisa Tahan Pemanasan Laut akibat Krisis Iklim?
LSM/Figur
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Masa Depan Pasar Karbon Tergantung Intervensi Pemerintah, Ini Skenarionya
Swasta
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
Dampak Longsor di Bantargebang Menurut Ahli, Akumulasi Gas Metana hingga Air Lindi
LSM/Figur
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Mengapa Longsor Bantargebang Terjadi Berulang? KLH Soroti Bahaya Open Dumping
Pemerintah
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
Akan Dibor Tahun Ini, PGE Siapkan Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3
BUMN
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Awas Penipuan, PBB Sebut 20 Persen Produk Laut Terindikasi Palsu
Pemerintah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Longsor Bantargebang, Berbagai Pihak Serukan Perombakan Tata Kelola Sampah
Pemerintah
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Dari Operasional hingga Komunitas, Begini Upaya Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
BrandzView
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
411 KK di Lombok Diberi Akses Kelola 560 Hektare Hutan lewat Perhutanan Sosial
Pemerintah
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Ini Pekerjaan yang Sulit Digantikan AI Menurut Studi Terbaru
Swasta
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
PLN Perluas Infrastruktur EV, SPKLU di Kemendag Catat Ribuan Transaksi
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau