Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melakukan penanaman 1.300 pohon endemik Jawa Barat, saninten (Castanopsis argentea) di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Tak hanya saninten, perseroan juga menanam pohon dan tanaman multi purpose tree species (MPTS) agroforestri seperti kopi, alpukat, dan jeruk.
Program ini bekerja sama dengan Komunitas Saninten Indonesia dan melibatkan lima petani binaan yang berperan sebagai Local Biodiversity Champion.
Baca juga: Perubahan Iklim Picu Hilangnya Spesies Pohon Terpenting di Hutan Dunia
Kelima petani tersebut sebelumnya telah melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan edukasi dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan pengalaman bertani yang telah mereka miliki.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberadaan pohon keras di kawasan pertanian lereng.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam upaya menghijaukan kembali kawasan Bandung Utara. Kami mengapresiasi Pertamina yang tidak hanya menanam, tetapi juga memelihara dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya,” ujar Dodit dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).
Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Supervisor Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara, Boy Presley Panjaitan yang menyampaikan bahwa program konservasi saninten memiliki muatan yang lebih luas dari sekadar kegiatan penghijauan.
“Konservasi saninten ini bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana di Bandung Utara yang saat ini tengah menjadi perhatian. Kami mengusung semangat ‘Saninten Lestari, Bandung Utara Tangguh’ karena saninten memiliki perakaran yang kuat, mampu menahan tanah, dan mendukung ekosistem di sekitarnya,” ujar Boy.
Salah satu petani yang berperan sebagai Local Biodiversity Champion, Oyot mengungkapkan bahwa sekarang banyak lahan yang sudah kritis dan pohon kerasnya makin berkurang.
"Memang belum semua orang sadar soal ini, makanya waktu ada program penanaman saninten ini saya senang sekali bisa terlibat,” ujar Oyot.
Baca juga: Tinggal Dekat Pohon Bagus untuk Kesehatan Jantung, Ini Alasannya
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi Pertamina dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam upaya konservasi.
“Program konservasi saninten ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas dan petani lokal,” ujar Satria.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 15 tentang ekosistem daratan, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya