KOMPAS.com - Astra Otoparts (AOP) Exhibition digelar dari Senin (9/2/2026) sampai Selasa (10/2/2026), dengan mengusung tema 3D for D (Deflated Costs, Decarbonized Future, Digital Sprint for Designing the Future).
Diikuti oleh 37 anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, AOP Exhibition dilengkapi dengan pameran dan sesi penjurian sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif dari anak perusahaan Astra Otoparts ini.
Baca juga:
Tema "3D for D" tahun ini menunjukkan berbagai terobosan melalui tiga inisiatif di bidang industri 4.0, efisiensi operasional, serta penerapan ESG (Environmental, Social, Governance) yang terintegrasi dalam proses bisnis.
Disebut CRP Exhibition sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, kegiatan ini diubah namanya menjadi AOP Exhibition seiring dengan perluasan fokus Astra Otoparts yang tidak lagi terbatas pada upaya cost reduction.
Transformasi ini mencerminkan upaya optimalisasi pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta penerapan prinsip ESG untuk mendukung peningkatan kualitas dan keberlanjutan operasional perseroan.
Transformasi ini juga selaras dengan visi Astra Otoparts untuk menjadi supplier komponen otomotif kelas dunia. Untuk menjadi mitra pilihan utama, Astra Otoparts harus memberikan nilai tambah kepada stakeholders (pemangku kepentingan).
"Salah satunya melalui pencapaian operational excellence dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan penerapan digitalisasi di seluruh anak perusahaan. Di saat yang sama, penerapan aspek ESG menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko bisnis jangka panjang sekaligus menjaga resiliensi dan keberlanjutan Perseroan,” ujar Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Baca juga:
AOP Exhibition 2026 diikuti 37 anak perusahaan. Pameran ini menjadi momentum untuk menampilkan pencapaian inisiatif di bidang ESG.Tahun 2026, AOP Exhibition menampilkan inisiatif unggulan dari beberapa anak perusahaan pilihan di tiga bidang tersebut.
Pertama, di bidang ESG (sustainability). Misalnya, PT Astra Otoparts Tbk melalui Divisi Nusametal mengadopsi teknologi baru minimum quantity lubrication untuk proses machining sehingga mengurangi limbah yang dihasilkan sekaligus meningkatkan produktivitas.
Kedua, di bidang digitalisasi. Misalnya, PT FSCM Manufacturing Indonesia menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP), yang terkoneksi dengan dashboard digital, termasuk energy consumption maupun warehousing, dan optimalisasi proses produksi dengan lean manufacturing.
Ketiga, bidang cost reduction program. Misalnya, PT Akebono Brake Astra Indonesia dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) untuk visual inspection dan quality check sehingga meningkatkan produktivitas dan material subsitusi dengan tetap mempertahankan kualitas.
AOP Exhibition menjadi wadah berbagi praktik terbaik antar anak perusahaan untuk mempercepat adopsi inovasi di seluruh ekosistem Grup Astra Otoparts.
Selain menjadi ajang internal berbagi praktik terbaik, AOP Exhibition juga membuka ruang pembelajaran dari perspektif eksternal.
Salah satunya dengan menghadirkan pembicara dari IKEA (PT DFI Retail Nusantara), Business Intelligence Manager, Christian M. Rustam; dan dari PwC Indonesia, Director of Energy Transition, Christian Sinaga; serta Senior Manager of Energy Transition, Damar Pranadi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya