Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Capai Titik Balik Emisi Karbon Sebelum Waktunya

Kompas.com, 13 Februari 2026, 19:00 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Emisi karbon dioksida dari Tiongkok telah stagnan atau menurun selama 21 bulan terakhir, yang berarti negara penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia tersebut mungkin telah mencapai titik balik global lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut analisis terbaru dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) emisi CO2 China turun sebesar 1 persen pada kuartal terakhir tahun 2025 dan kemungkinan turun 0,3 persen sepanjang tahun tersebut.

Angka tersebut menjaga tingkat emisi tetap berada di bawah rekor tertinggi yang sempat dicapai pada Mei 2024.

Melansir Live Science, Jumat (13/2/2026) kondisi stagnan atau menurun selama hampir dua tahun ini merupakan rekor terlama yang terjadi dalam catatan yang tidak disebabkan oleh perlambatan ekonomi di negara tersebut.

Jika tren ini terus berlanjut, emisi China bisa mencapai puncak tertingginya sebelum tahun 2030 atau bahkan bisa lebih awal lagi.

Baca juga: Donald Trump Cabut Aturan Emisi Gas Rumah Kaca Era Obama

Ini akan menjadi kemenangan besar alam upaya global untuk menekan penggunaan bahan bakar fosil dan memperlambat pemanasan global.

Namun, apakah penurunan ini akan bertahan lama atau justru permintaan pasar akan memicu lonjakan emisi kembali sebelum mencapai target puncak resmi, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Penurunan emisi di China

Lauri Myllyvirta, penulis utama analisis menyebutkan emisi CO2 turun dibandingkan tahun sebelumnya di hampir semua sektor utama pada 2025, termasuk transportasi (3 persen), tenaga listrik (1,5 persen), dan bahan bangunan (7 persen).

Pengecualian utamanya adalah industri kimia, di mana emisinya justru melonjak sebesar 12 persen.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa intensitas karbon China hanya turun sebesar 12 persen selama periode 2020-2025, masih di bawah target sebesar 18 persen.

"China kini perlu memangkas intensitas karbon sekitar 23 persen selama lima tahun ke depan untuk memenuhi komitmennya dalam Perjanjian Paris," kata Myllyvirta.

Pendorong tren ini adalah pengembangan teknologi energi terbarukan dan transportasi listrik di China, serta turunnya permintaan untuk semen dan baja.

China adalah produsen terbesar di dunia untuk kedua komoditas tersebut, dengan kontribusi masing-masing sekitar 48 persen dari produksi semen global dan 54 persen dari produksi baja global. Masing-masing sektor ini menyumbang sekitar 15 persen terhadap total emisi gas rumah kaca di negara tersebut.

Kondisi stagnan ini juga terjadi meskipun konsumsi listrik China tumbuh sebesar 520 terawatt-jam (TWh) pada tahun 2025, menurut analisis CREA.

Baca juga: SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif

Hal ini dikarenakan produksi energi bersih tumbuh sebanding dengan konsumsi listrik tersebut, di mana produksi tenaga surya melonjak 43 persen, tenaga angin 14 persen, dan nuklir 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang secara total menyediakan sekitar 530 TWh energi baru.

Kapasitas penyimpanan energi juga tumbuh sebesar rekor 75 gigawatt (GW), melampaui pertumbuhan permintaan sebesar 55 GW.

Namun, apakah kondisi stagnan ini akan bertahan, melonjak kembali untuk sementara, atau justru mulai menurun secara permanen, akan sangat bergantung pada keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah China dalam Rencana Lima Tahun berikutnya pada bulan Maret mendatang.

Di sisi lain China melengkapi investasi energi bersihnya dengan proyek-proyek rekayasa ekologi yang mencakup penanaman pohon di sekitar Gurun Taklamakan, yang telah mengubah salah satu gurun terbesar dan terkering di dunia tersebut menjadi penyerap karbon.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau