Informasi yang beredar luas terkait tisu toilet dan lingkungan sering kali hanya menonjolkan jumlah pohon yang diselamatkan.
Padahal hitungan iklim yang sebenarnya sangat bergantung pada penggunaan listrik, bahan bakar, dan rancangan pabriknya.
Ketika pembeli mempertimbangkan ramah lingkungan, energi untuk pembuatan dan cara pengeringan tisu bisa jauh lebih penting daripada apakah bahan tersebut berasal dari bambu atau pohon.
Analisis siklus hidup yaitu perhitungan menyeluruh dari bahan mentah hingga barang dibuang, memastikan langkah-langkah tersembunyi tersebut tidak terlewatkan.
Selain itu juga label yang jelas mengenai energi yang digunakan saat produksi dan negara asal pembuatan sangat penting karena dapat membantu pembeli memilih produk yang lebih ramah lingkungan tanpa perlu menjadi seorang ahli.
Studi ini diterbitkan dalam Cleaner Environmental Systems.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya