Terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan manajer Generasi Milenial untuk meningkatkan adopsi AI di perusahaan mereka.
Pertama, alih-alih mendikte, manajer Generasi Millenial dapat mendorong bawahan dan kolega mereka untuk bereksperimen dengan AI secara kreatif.
Menurut Mitra Pengelola Global McKinsey, Bob Strenfels, tim layanan pelanggan di sebuah perusahaan menggunakan chatbot AI untuk menyusun tanggapan kepada pelanggan, yang sering kali secara dramatis mengurangi waktu respons mereka.
"Beberapa manajer, yang khawatir tentang keamanan atau tata kelola, menghentikan eksperimen tersebut; sementara itu, manajer lain mempelajari apa yang membuat eksperimen tersebut berhasil, menyempurnakan pendekatannya, dan membantu memperluasnya," ucap Strenfels.
Kedua, memberikan insentif untuk peningkatan keterampilan. Imbalan dan bukan hukuman, bisa mendorong peningkatan keterampilan.
Insentif untuk adopsi AI dapat mencakup pengakuan publik terhadap karyawan yang menunjukkan kompetensi baru dan membantu orang lain menavigasi kurva pembelajaran.
Baca juga:
Ketika mendorong orang lain untuk mempelajari AI, para manajer Milenial bisa menurunkan hambatan psikologis untuk adopsi.
Perusahaan dapat pula menyelenggarakan kompetisi inovasi, yang mana karyawan berkolaborasi dan mengirimkan ide tentang cara menggunakan AI.
Ketiga, mendorong pembelajaran yang cepat. Misalnya, memulai dengan hipotesis yang jelas dan dapat diuji tentang bagaimana AI dapat meningkatkan cara kerja, merancang proyek percontohan untuk mengungkap wawasan, serta merangkul uji coba skala kecil yang cepat dan melibatkan berbagai tim.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya