Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Skill Apa yang Wajib Dikuasai Pekerja pada Era AI?

Kompas.com, 2 Maret 2026, 14:34 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Persaingan pekerja global saat ini tidak hanya dengan sesama pekerja, tapi juga AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).

Menurut World Economic Forum (WEF), keterampilan bekerja saat ini sedang bergeser seiring berkembangnya AI yang membentuk kembali dunia kerja.

Baca juga: 

Hampir 40 persen keterampilan yang digunakan saat ini akan berubah pada tahun 2030. Selain itu, sebanyak 63 persen pemberi kerja menganggap kesenjangan keterampilan sebagai hambatan utama dalam proses transformasi bisnis.

"Orang-orang mendengar ini dan berpikir 40 persen pekerjaan akan hilang. Meskipun mungkin ada sebagian dari itu, kemungkinan besar perubahannya hanya pada aspek-aspek pekerjaan, mungkin tidak akan ada penghapusan profesi secara besar-besaran," kata penulis buku sekaligus profesor Colombia University, Dorie Clark dilansir dari Forbes, Senin (2/3/2026).

Keterampilan pekerja di tengah perkembangan AI

Pentingnya ide, relasi, dan kredibilitas

Sebanyak 40 persen keterampilan kerja akan berubah pada 2030 akibat AI. Simak daftar skill paling dibutuhkan.PEXELS Sebanyak 40 persen keterampilan kerja akan berubah pada 2030 akibat AI. Simak daftar skill paling dibutuhkan.

Clark menekankan pentingnya menjaga relevansi dan nilai diri di tengah perubahan, tanpa harus mengalami burnout atau kelelahan. 

Ia lantas memperkenalkan konsep Recognized Expert Formula (Formula Pakar yang Diakui), yang terdiri dari tiga komponen utama yakni pembuatan konten, jaringan, serta pembuktian sosial.

Menurut Clark, pekerja perlu memublikasikan ide, membangun relasi, serta mengembangkan kredibilitas supaya tetap dianggap layak untuk didengarkan. Dia juga menyoroti pentingnya keterampilan interpersonal.

"Bekerja dengan AI adalah hal mendasar. Yang membedakan Anda adalah kepribadian yang ramah dan mudah bergaul kepribadian dan reputasi sebagai ahli akan lebih penting dari sebelumnya," tutur Clark.

Di sisi lain, pekerja disarankan untuk memperluas pilihan pekerjaan di tengah ketidakpastian dunia kerja.

Clark menilai jaringan dengan orang lain di industri yang berbeda akan sangat berguna untuk meningkatkan keterampilan.

Sebanyak 40 persen keterampilan kerja akan berubah pada 2030 akibat AI. Simak daftar skill paling dibutuhkan.Dok. Freepik/pressfoto Sebanyak 40 persen keterampilan kerja akan berubah pada 2030 akibat AI. Simak daftar skill paling dibutuhkan.

Sejalan dengan itu, terdapat lima langkah yang dapat dilakukan pekerja agar tetap produktif tanpa burnout.

Pertama, bangunlah literasi AI dengan memahami kekuatan dan keterbatasannya tanpa harus menjadi ahli pemrograman. Kedua, investasilah pada soft skill, seperti komunikasi, kemampuan beradaptasi, penilaian, dan kolaborasi.

Ketiga, perdalam keahlian yang sudah dimiliki sekaligus menambah keterampilan baru yang relevan dengan peran saat ini.

Keempat, persiapkan diri melalui pelatihan ulang keterampilan guna menghadapi peran dan tanggung jawab baru akibat otomatisasi.

Kelima, ciptakan ritme belajar yang berkelanjutan lantaran kebiasaan kecil dan konsisten dinilai lebih efektif dibanding perubahan drastis.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau