Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China

Kompas.com, 1 April 2026, 11:49 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

Sumber Xinhua

KOMPAS.com - Transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon kian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkualitas di China, seiring dorongan kebijakan pemerintah dan inovasi industri di berbagai sektor.

Di sektor manufaktur, sejumlah perusahaan mulai mengintegrasikan digitalisasi dengan efisiensi energi. Salah satunya terlihat di perusahaan optoelektronik WG Tech di Provinsi Jiangxi, yang memproduksi kaca substrat untuk layar perangkat elektronik.

Melalui inovasi digital dan teknologi cerdas, perusahaan tersebut berhasil menurunkan konsumsi energi per unit produk hingga 37,5 persen.

Baca juga: Lindungi Industri Lokal, Jepang Injak Rem Insentif EV China

Chairman WG Tech, Yi Weihua, menyebut bahwa transformasi industri kini tidak lagi hanya berfokus pada otomatisasi dan digitalisasi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan.

“Sekarang, ‘penghijauan’ telah menjadi pendorong ketiga selain otomatisasi dan digitalisasi,” ujarnya dikutip dari Xinhua, Rabu (1/4/2026).

Pemerintah China juga memperkuat arah kebijakan tersebut melalui target penurunan emisi karbon dioksida sebesar 17 persen per unit produk domestik bruto (PDB) dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).

Sektor Otomotif

Di sektor otomotif, transformasi hijau turut terlihat melalui penggunaan sistem pemantauan energi berbasis digital di pabrik Jiangling Motors di Nanchang. Sistem ini memungkinkan pemantauan konsumsi energi dan jejak karbon secara real-time dalam setiap proses produksi.

“Pengembangan hijau telah menjadi elemen inti dalam daya saing perusahaan,” kata teknisi Jiangling Motors, Liu Hui.

Pertumbuhan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) juga menunjukkan tren signifikan. Pada 2025, produksi dan penjualan mobil di China masing-masing melampaui 34 juta unit, dengan kendaraan listrik menyumbang lebih dari 50 persen penjualan mobil baru di dalam negeri.

Selain itu, sektor energi terbarukan juga mengalami perkembangan pesat. Hingga akhir 2025, kapasitas terpasang energi terbarukan China mencapai 2,34 miliar kilowatt, dengan porsi energi terbarukan meningkat dari 40 persen menjadi sekitar 60 persen dalam lima tahun terakhir.

Baca juga: Nyerah Lawan China, Sony-Honda Hentikan Proyek Mobil Listrik Afeela

Perusahaan energi surya seperti Jinko Solar bahkan telah menerapkan sistem pelacakan jejak karbon pada setiap panel yang diproduksi dan diekspor. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat rantai pasok hijau.

Menurut akademisi dari Jiangxi University of Finance and Economics, Carl Simon, transformasi hijau di China didorong oleh inovasi sistemik yang mengintegrasikan teknologi, industri, dan pasar.

“Transformasi hijau China menjadi mesin kuat untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi dan rantai industri yang terintegrasi juga membantu menurunkan biaya teknologi bersih dan mempercepat transisi rendah karbon secara global.

Ke depan, pemerintah China memasukkan indikator hijau sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi, dengan lima dari delapan indikator utama dalam Rencana Lima Tahun ke-15 berfokus pada aspek rendah karbon dan keberlanjutan.

Langkah ini menegaskan bahwa transisi energi dan industri hijau kini menjadi strategi utama China dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau