JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia perlu segera beralih dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke energi listrik sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus mendorong kemandirian nasional.
Dalam pernyataannya, dia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan program Listrifikasi dengan target kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan.
"Saya sudah putuskan, akan kami jalankan program Listrifikasi 100 gigawatt, yang kami harapkan bisa dicapai dalam dua tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar, tidak," ungkap Prabowo dalam peresmian pabrik kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Oleh karenanya, pemerintah bakal menutup 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero). Prabowo menilai peralihan ke kendaraan listrik mampu menghemat konsumsi BBM hingga 200.000 barel per hari, atau sekitar 20 persen dari total impor yang saat ini mencapai 1 juta barel per hari.
"Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen (BBM). Dan dengan nanti 100 gigawatt kita juga akan menghemat sangat-sangat besar, mungkin dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali," jelas dia.
Selain sektor energi, pemerintah turut mendorong percepatan industrialisasi kendaraan listrik di dalam negeri. Prabowo menyebut Indonesia telah memiliki kemampuan memproduksi bus dan truk listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang terus meningkat.
Baca juga: Indonesia Bisa Andalkan EV untuk Ganti BBM, Apa Industrinya Sudah Siap?
Dia lalu menargetkan Indonesia mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal pada 2028 mendatang. Pemerintah sedang menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi sedan listrik tersebut.
Di sisi lain, Prabowo tak menampik bahwa saat ini berbagai negara merasa cemas akibat krisis energi di tengah konflik geopolitik Timur Tengah.
"Kita akan menghadapi tantangan berapa bulan yang akan datang, tetapi kita punya resources, kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak. Walaupun bagaimana, kita harus hemat energi, walaupun bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan," papar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan PT VKTR Sakti Industries akan memproduksi 10.000 bus listrik dengan TKDN yang mencapai 40 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan.
Ia mengapresiasi inisiatif dunia usaha yang dinilai berperan penting dalam mendorong industrialisasi nasional.
"Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Jadi sudah ada industri bus, industri truk, dan saya terima kasih Gubernur Jawa Tengah katanya Pemda Jawa Tengah sudah pesan berapa puluh bus, dari DKI juga sudah cukup banyak, Transjakarta," ucap Prabowo.
"Kami harapkan dari Pemerintah Provinsi lain juga akan membeli produk bangsa kita sendiri," imbuh dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya