Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Kembali Beli Kredit Karbon Lagi setelah Sempat Jeda

Kompas.com, 22 Mei 2026, 16:56 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber esgdive

KOMPAS.com - Microsoft akan membeli layanan penyerapan 650.000 metrik ton karbon selama tujuh tahun dari produsen biogas bernama BioCirc.

Pembelian ini kembali dilakukan setelah sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan tersebut menghentikan sementara pembelian kredit penyerapan karbon.

Melansir ESG Dive, Kamis (21/5/2026) Microsoft telah menjalin kesepakatan dengan BioCirc, produsen biogas asal Denmark, untuk melenyapkan 650.000 metrik ton karbon dioksida selama tujuh tahun.

BioCirc, yang menyebut dirinya sebagai perusahaan ekonomi sirkular berbasis hayati akan menggunakan teknologi penangkap dan penyimpan karbon di beberapa pabrik biogas miliknya.

Mereka akan menyetor 100.000 kredit karbon setiap tahun, dimulai dari paruh kedua tahun ini hingga tahun 2032. Khusus untuk tahun ini, jumlah yang disetor baru sebagian karena proyeknya baru saja dimulai.

Baca juga: JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi

Kesepakatan ini menjadi pembelian karbon skala besar pertama bagi Microsoft setelah bulan lalu dikabarkan menghentikan sementara belanja karbon di masa depan.

Selama ini Microsoft adalah pihak yang paling banyak membeli kontrak penyerapan karbon jangka panjang di dunia. Saat kabar burung itu beredar bulan lalu, Kepala Pejabat Keberlanjutan Microsoft mengungkapkan program penyerapan karbon perusahaan kami belum berakhir.

Pembeli kredit penyerapan karbon terbesar

Microsoft menjadi pembeli kredit penyerapan karbon nomor satu pada kuartal pertama tahun ini, dengan menguasai 43 persen dari total seluruh pembelian global.

Menurut laporan CDR.fyi, platform data dan pencatatan penyerapan karbon dioksida, raksasa teknologi ini memimpin pasar lewat kesepakatan kontrak raksasa sebesar 1 juta metrik ton karbon dengan perusahaan biochar bernama Liferaft pada bulan Maret lalu.

Sebagai perbandingan, ada 113 pembeli lain di dunia yang jika total belanjaan mereka digabungkan, jumlahnya hanya mencapai 1,3 juta metrik ton karbon.

Lebih lanjut, BioCirc menjelaskan bahwa proses penyerapan dan penyimpanan karbon mereka akan menangkap karbon dioksida dari lima pabrik biogas milik mereka di Denmark.

Gas tersebut kemudian diubah menjadi bentuk cair, diangkut, lalu disimpan dengan aman di kedalaman 1.500 hingga 1.800 meter di bawah dasar laut lewat fasilitas penyimpanan yang ada di Laut Utara wilayah Denmark.

"Proyek ini menawarkan cara yang permanen dan bisa terus diperbesar untuk melenyapkan karbon dioksida, sekaligus ikut membantu perubahan sistem energi yang lebih luas,” ungkap Direktur Portofolio Penyerapan Karbon Microsoft, Phillip Goodman.

Baca juga: Ledakan AI Paksa Microsoft Tinjau Ulang Target Energi Bersih 2030

Sementara itu CEO BioCirc Group, Bertel Maigaard mengatakan bahwa Microsoft membantu mengembangkan pasar untuk pelenyapan karbon dioksida secara permanen, selain menangani sisa emisi mereka sendiri dan mengejar target iklim mereka menjadi negatif karbon pada tahun 2030.

“Kesepakatan ini adalah tonggak sejarah besar bagi BioCirc dan sebuah pengakuan penting terhadap cara kami dalam melenyapkan karbon dioksida secara permanen,” tambahnya.

Microsoft sendiri menambahkan kesepakatan ini ke dalam daftar panjang program penyerapan karbon mereka, dan ini menjadi kontrak kedua bagi raksasa teknologi tersebut untuk penyerapan karbon berbasis bioenergi dan penyimpanan karbon di tahun ini.

Sesaat sebelum adanya kabar penghentian sementara pembelian karbon, Microsoft sempat mengumumkan kesepakatan untuk menyerap 626.000 metrik ton karbon melalui proyek BECCS, yang diyakini sebagai proyek penyerapan karbon pertama di Kanada yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh masyarakat adat setempat.

CDR.fyi sebelumnya menemukan bahwa Microsoft bertanggung jawab atas 87 persen dari seluruh pembelian penyerapan karbon di dunia pada tahun 2025, serta menguasai 78,5 persen dari semua kontrak penyerapan karbon permanen yang tercatat hingga tanggal 13 April.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau