KOMPAS.com - Microsoft akan membeli layanan penyerapan 650.000 metrik ton karbon selama tujuh tahun dari produsen biogas bernama BioCirc.
Pembelian ini kembali dilakukan setelah sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan tersebut menghentikan sementara pembelian kredit penyerapan karbon.
Melansir ESG Dive, Kamis (21/5/2026) Microsoft telah menjalin kesepakatan dengan BioCirc, produsen biogas asal Denmark, untuk melenyapkan 650.000 metrik ton karbon dioksida selama tujuh tahun.
BioCirc, yang menyebut dirinya sebagai perusahaan ekonomi sirkular berbasis hayati akan menggunakan teknologi penangkap dan penyimpan karbon di beberapa pabrik biogas miliknya.
Mereka akan menyetor 100.000 kredit karbon setiap tahun, dimulai dari paruh kedua tahun ini hingga tahun 2032. Khusus untuk tahun ini, jumlah yang disetor baru sebagian karena proyeknya baru saja dimulai.
Baca juga: JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi
Kesepakatan ini menjadi pembelian karbon skala besar pertama bagi Microsoft setelah bulan lalu dikabarkan menghentikan sementara belanja karbon di masa depan.
Selama ini Microsoft adalah pihak yang paling banyak membeli kontrak penyerapan karbon jangka panjang di dunia. Saat kabar burung itu beredar bulan lalu, Kepala Pejabat Keberlanjutan Microsoft mengungkapkan program penyerapan karbon perusahaan kami belum berakhir.
Microsoft menjadi pembeli kredit penyerapan karbon nomor satu pada kuartal pertama tahun ini, dengan menguasai 43 persen dari total seluruh pembelian global.
Menurut laporan CDR.fyi, platform data dan pencatatan penyerapan karbon dioksida, raksasa teknologi ini memimpin pasar lewat kesepakatan kontrak raksasa sebesar 1 juta metrik ton karbon dengan perusahaan biochar bernama Liferaft pada bulan Maret lalu.
Sebagai perbandingan, ada 113 pembeli lain di dunia yang jika total belanjaan mereka digabungkan, jumlahnya hanya mencapai 1,3 juta metrik ton karbon.
Lebih lanjut, BioCirc menjelaskan bahwa proses penyerapan dan penyimpanan karbon mereka akan menangkap karbon dioksida dari lima pabrik biogas milik mereka di Denmark.
Gas tersebut kemudian diubah menjadi bentuk cair, diangkut, lalu disimpan dengan aman di kedalaman 1.500 hingga 1.800 meter di bawah dasar laut lewat fasilitas penyimpanan yang ada di Laut Utara wilayah Denmark.
"Proyek ini menawarkan cara yang permanen dan bisa terus diperbesar untuk melenyapkan karbon dioksida, sekaligus ikut membantu perubahan sistem energi yang lebih luas,” ungkap Direktur Portofolio Penyerapan Karbon Microsoft, Phillip Goodman.
Baca juga: Ledakan AI Paksa Microsoft Tinjau Ulang Target Energi Bersih 2030
Sementara itu CEO BioCirc Group, Bertel Maigaard mengatakan bahwa Microsoft membantu mengembangkan pasar untuk pelenyapan karbon dioksida secara permanen, selain menangani sisa emisi mereka sendiri dan mengejar target iklim mereka menjadi negatif karbon pada tahun 2030.
“Kesepakatan ini adalah tonggak sejarah besar bagi BioCirc dan sebuah pengakuan penting terhadap cara kami dalam melenyapkan karbon dioksida secara permanen,” tambahnya.
Microsoft sendiri menambahkan kesepakatan ini ke dalam daftar panjang program penyerapan karbon mereka, dan ini menjadi kontrak kedua bagi raksasa teknologi tersebut untuk penyerapan karbon berbasis bioenergi dan penyimpanan karbon di tahun ini.
Sesaat sebelum adanya kabar penghentian sementara pembelian karbon, Microsoft sempat mengumumkan kesepakatan untuk menyerap 626.000 metrik ton karbon melalui proyek BECCS, yang diyakini sebagai proyek penyerapan karbon pertama di Kanada yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh masyarakat adat setempat.
CDR.fyi sebelumnya menemukan bahwa Microsoft bertanggung jawab atas 87 persen dari seluruh pembelian penyerapan karbon di dunia pada tahun 2025, serta menguasai 78,5 persen dari semua kontrak penyerapan karbon permanen yang tercatat hingga tanggal 13 April.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya