KOMPAS.com - IPB University mengucurkan dana hibah dan pendampingan kepada startup melalui program PRIME STeP-STP IPB 2026 batch 1 sebagai upaya untuk mengembangkan perusahaan rintisan dan hilirisasi riset.
Pada periode ini, terdapat 38 tim pengembangan Inovasi dan 37 tim startup yang menerima hibah untuk menjalankan program kewirausahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menyatakan hibah yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan yang perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan capaian terukur.
Baca juga: Pakar IPB: Pirolisis Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif, tapi Perlu Pengawasan Ketat
Hasil riset yang lahir dari lingkungan kampus harus mampu bertransformasi menjadi produk, teknologi, serta model bisnis yang bermanfaat dan berkelanjutan.
"Riset yang lahir dari kampus layak menjadi produk, layak menjadi bisnis, dan layak memberikan dampak bagi bangsa dan negara," kata Alim dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Selain menyediakan pendanaan, IPB University juga menghadirkan pendampingan bisnis, akses jejaring industri, perlindungan kekayaan intelektual, serta fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan inovasi dapat berkembang hingga tahap komersialisasi.
IPB University juga menguatkan upaya mendorong hilirisasi riset maupun startup dengan dukungan ekosistem yang dibangunnya melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I).
Kepala LPA2I IPB University, Handian Purwawangsa mengatakan, proses seleksi PRIME STeP-STP IPB 2026 Batch 1 telah menghasilkan proposal dan startup terbaik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Dari puluhan proposal inovasi dan ratusan pendaftar startup yang mengikuti seleksi, hanya peserta terbaik yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dan pendampingan. Hal ini menunjukkan keseriusan IPB dalam memastikan bahwa setiap dana hibah yang diberikan dapat menghasilkan dampak yang optimal,” tutur Handian.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebagai penerima hibah bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan justru awal dari proses panjang untuk mengubah ide menjadi solusi nyata.
Seluruh penerima hibah diharapkan mampu menyusun program kerja secara terarah, menjalankan tata kelola dengan baik, serta memanfaatkan pendampingan yang tersedia agar target inovasi dan bisnis dapat tercapai secara efektif dan akuntabel.
Baca juga: Pakar IPB University Dorong Hilirisasi Industri Lobster Nasional
Pelaksanaan workshop penyusunan sekaligus review Action Plan, Output, dan RAB bagi penerima dana hibah untuk membekali peserta mengelola anggaran.
Melalui workshop ini, peserta diberikan bekal tentang tata kelola keuangan, pelaporan, aspek perpajakan dana hibah, serta penggunaan dana program yang akuntabel.
Melalui workshop ini, peserta juga diberikan bekal tata cara pelaporan via i-plan dari Direktorat Keuangan dan Akuntansi, Kantor Audit Internal, dan Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya