Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Grab Berdayakan 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan se-Asia Tenggara

Kompas.com, 15 Juni 2026, 08:58 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab berkomitmen memberdayakan mitra pengemudi perempuan di Asia Tenggara. Perusahaan transportasi dan layanan digital ini menilai, perempuan berpotensi untuk berkembang sebagai mitra pengemudi sekaligus memperoleh kemandirian ekonomi.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya mencatat bahwa saat ini ada 189.000 mitra pengemudi perempuan se-Asia Tenggara.

"Jadi secara bisnis, sangat masuk diakal kami mendorong perempuan untuk mendapat peluang penghasilan. Kami lihat dampaknya yang didapat juga banyak perempuan yang bisa terfasilitasi mandiri mendapatkan pendapatan," ujar Mezaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja Toxic

Dia menambahkan, tingkat produktivitas para mitra perempuan dinilai sangat baik. Grab pun mendukung kenyamanan serta keamanan mitranya dalam bekerja dengan mengembangkan fitur yang memungkinkan pengemudi perempuan mendapatkan penumpang perempuan.

"Orang teknologinya Grab, orang bisnisnya Grab, GrabCar, Grabbike itu harus bisa memikirkan fitur apa yang diperlukan untuk ini. Jadi semuanya terintegrasi di dalam," tutur dia.

Di sisi lain, Grab mengaku sangat memperhatikan aspek kesejahteraan mitra pengemudi laki-laki dan perempuan. Menurut Mezaya, platform Grab dirancang agar membuka akses terhadap berbagai sumber penghasilan.

Berdasarkan data internal perusahaan, sekitar 76 persen mitra pengemudi memperoleh pendapatan dari lebih dari satu layanan sehingga memiliki pendapatan lebih.

Baca juga: Krisis Utang Negara Ancam Masa Depan dan Kesejahteraan Perempuan

"Menurut kami, kesejahteraan itu selain pendapatan tentunya, itu juga fokusnya mengenai bagaimana mereka bisa secara mandiri terus mengembangkan potensi-potensi untuk memiliki pendapatan. Apakah dengan upskilling, apakah memang benar-benar bisa efisien di dalam pekerjaan yang sekarang, memiliki rasa aman untuk mengoptimalkan waktunya dan segala macam," jelas Mezaya.

Perusahaan lantas meluncurkan program Grab untuk Indonesia dengan total komitmen senilai Rp 100 miliar. Program ini difokuskan pada peningkatan rasa aman dan pengembangan kapasitas mitra pengemudi melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Program pelatihan

Selain itu, mitra Grab juga mendapatkan bonus di hari raya dan apresiasi jia berprestasi. Lainnya, menghadirkan program pelatihan melalui Grab Academy yang kini dimanfaatkan oleh lebih dari 1,5 juta mitra.

"Kami tetap berkomitmen terhadap kesejahteraan mitra, dan kami memikirkan dengan aspek yang mungkin lebih banyak dan relevan," ucap dia.

Rivana menyampaikan, pelatihan yang diberikan tidak hanya terkait keterampilan mengemudi, tetapi juga kemampuan lain seperti layanan pelanggan, keselamatan berkendara, pengelolaan keuangan, hingga pelatihan teknologi.

Grab Indonesia sempat bekerja sama dengan Microsoft untuk memberikan pelatihan teknologi dan coding kepada mitra pengemudi. Mezaya menyebut, beberapa peserta pelatihan kini telah beralih bekerja di sektor teknologi informasi.

Baca juga: Krisis Utang Negara Ancam Masa Depan dan Kesejahteraan Perempuan

Pelatihan kewirausahaan juga diberikan lantaran perusahaan melihat banyak mitra pengemudi yang sekaligus membuka usaha kuliner dan bergabung sebagai mitra Grab Merchant.

“Kami melihat banyak mitra yang ingin terus berkembang dan menjadi lebih produktif. Karena itu kami mencoba mendukung lewat berbagai pelatihan dan pengembangan kemampuan,” beber Mezaya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Pemerintah
Benarkah 'Remote Working' Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Pemerintah
ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
LSM/Figur
Tim CSR Perusahaan Banyak yang Alami 'Burnout' pada Tahun 2026
Tim CSR Perusahaan Banyak yang Alami "Burnout" pada Tahun 2026
Swasta
Tanpa Aturan Ketat, Inggris Berisiko Bangun Gedung Tak Tahan Perubahan Iklim
Tanpa Aturan Ketat, Inggris Berisiko Bangun Gedung Tak Tahan Perubahan Iklim
Pemerintah
Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh 'Pion'
Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
LSM/Figur
Perubahan Iklim Sebabkan Waktu Tidur Warga Dunia Berkurang Seminggu Dalam Setahun
Perubahan Iklim Sebabkan Waktu Tidur Warga Dunia Berkurang Seminggu Dalam Setahun
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau