KOMPAS.com - Amazon mengumumkan bahwa pada akhir 2025, perusahaan tersebut telah mencapai 75 persen dari target water positive yaitu komitmen untuk mengembalikan air bersih ke alam dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang digunakan oleh operasional pusat data mereka pada tahun 2030.
Selain itu, Amazon juga berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan air di pusat datanya hingga lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2021.
Melansir ESG Today, Jumat (12/6/2026) Amazon pertama kali menetapkan target water positive ini pada tahun 2022. Mereka membuat strategi untuk mencapai target tersebut melalui beberapa langkah kunci, termasuk menghemat penggunaan air, menggunakan sumber air yang ramah lingkungan, mengalirkan kembali air bekas pakai agar bisa digunakan lagi oleh masyarakat, serta mendanai proyek-proyek pemulihan sumber air alam.
Pencapaian baru ini menandai lompatan kemajuan yang sangat besar dalam setahun terakhir menuju target water positive. Tahun lalu, Amazon mengumumkan bahwa mereka baru mencapai angka 53 persen di tahun 2024.
Baca juga: Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Amazon mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan sekitar 9,5 miliar liter air di seluruh pusat data global mereka sepanjang tahun 2025.
Untuk membantu mencapai target water positive tersebut, Amazon memaparkan beberapa langkah yang telah mereka lakukan untuk menampung air yang biasanya terbuang, lalu mengembalikannya ke masyarakat.
Langkah ini termasuk berinvestasi di lebih dari 50 proyek air yang diperkirakan bisa mengembalikan lebih dari 22 miliar liter air setiap tahunnya. Selain itu, mereka juga memanfaatkan air yang biasanya tidak bisa digunakan untuk operasional mereka, seperti menggunakan air daur ulang dari pabrik pengolahan limbah daripada menggunakan air bersih layak minum.
Selain memajukan target pengembalian air ke alam, Amazon juga memaparkan langkah-langkah mereka untuk mengurangi jumlah air yang digunakan di pusat data.
Amazon mengungkapkan bahwa mereka berhasil menghemat penggunaan air hingga 52 persen sejak tahun 2021. Kini, mereka hanya butuh 0,12 liter air untuk setiap 1 kilo-Watt-hour (kWh) listrik yang digunakan, turun dari yang tadinya 0,25 liter per kWh.
Angka ini juga 7 kali lipat lebih hemat dibandingkan rata-rata industri pusat data lainnya yang menghabiskan 0,84 liter per kWh.
Untuk mengurangi pemakaian air tersebut, Amazon menggunakan metode pendinginan udara alami selama 90 p ersen waktu operasionalnya. Caranya adalah dengan mengalirkan udara luar melewati mesin-mesin server untuk menyerap panas, lalu membuang udara panas tersebut kembali ke luar ruangan.
Baca juga: Tekan Emisi AI, Jepang Fokus Benahi Konsumsi Energi Pusat Data
Untuk 10 persen waktu sisanya yaitu saat udara luar terlalu panas Amazon menggunakan metode pendinginan penguapan (evaporative cooling), di mana air disemprotkan ke sebuah alat penyerap yang akan menyedot panas dari udara saat air tersebut menguap.
Amazon juga menyampaikan bahwa mereka terus berusaha menaikkan batas suhu operasional di pusat data mereka. Hal ini membuat mesin-mesin server bisa bertahan dalam kondisi yang lebih panas, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkannya menggunakan air.
“Kami sudah lama fokus mengurusi masalah air, dan hal itu membantu kami menjadi lebih hemat. Kami juga belajar bahwa solusi itu tidak hanya datang dari satu cara, satu penemuan, atau satu ide saja," kata Kara Hurst, Chief Sustainability Officer Amazon.
"Kami fokus menggunakan banyak cara sekaligus mulai dari cara mengelola pusat data hingga mendanai proyek pemulihan air untuk masyarakat karena untuk memberikan dampak yang nyata, kita harus berpikir secara menyeluruh. Dan meski kami sudah melakukan ini dengan cara terbaik yang kami bisa, kami tahu kami harus terus menciptakan ide-ide baru karena dunia ini terus berubah,” tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya