JAKARTA, KOMPAS.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) meluncurkan kampanye Water for Timor (WFT) gunamemperluas akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tujuannya, memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 penerima di lima desa dan tiga sekolah sasaran.
"Melalui kampanye Water for Timor yang dimulai sejak Maret 2026, WVI berkomitmen mendukung pencapaian SDG (Sustainable Development Goals) nomor 6 di Indonesia pada 2030, dengan mengundang partisipasi dan kontribusi masyarakat," kata National Director WVI, Angelina Theodora, dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
WVI bakal mengerjakan secara bertahap proses asesmen pasokan air, pembangunan fasilitas, hingga peningkatan kapasitas masyarakat untuk mengelola jaringan air.
"Hadirnya akses air bersih yang layak turut mendorong kesetaraan gender, karena perempuan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengambil air dan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, mengembangkan diri, dan beristirahat," imbuh dia.
Baca juga: Amazon Capai 75 Persen Target Penghematan Air Pusat Data
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), hanya 75,48 persen rumah tangga yang memiliki akses air minum layak di Timor Tengah Selatan. Bahkan, Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga mengungkap hanya 11,9 persen rumah tangga di Indonesia yang menikmati akses air minum aman.
Tantangannya kian besar lantaran wilayah tersebut mengalami musim kemarau panjang yakni tujuh hingga delapan bulan setiap tahun, serta struktur tanah berbatu karst yang menyulitkan penyimpanan air, dengan jarak perjalanan yang harus diambil menuju mata air terdekat dapat memakan waktu sekitar dua jam berjalan kaki.
Di sisi lain, keterbatasan air bersih tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data BPS 2025 menunjukkan, angka kemiskinan di Timor Tengah Selatan mencapai 24,5 persen.
Baca juga: Lautan Dunia Kritis, Laju Kenaikan Air Laut Naik 2 Kali Lipat
Angelina menilai, hal ini berkontribusi pada tingginya angka stunting yang mencapai 56,8 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 19,8 persen menurut Survei Status Gizi Indonesia 2024. Keterbatasan air bersih juga meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare, yang menghambat penyerapan nutrisi dan memperburuk kondisi gizi anak.
"WVI menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah turut berdonasi dan berkontribusi menyukseskan kampanye Water for Timor yang mencakup pembangunan sistem jaringan air bersih yang menjangkau rumah tangga dan sekolah, serta edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dan pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan," kata Angelina.
Distin, salah satu anak di Timor Tengah Selatan juga turut menyampaikan harapannya agar bisa mengakses air bersih dengan mudah.
"Saya biasa pagi-pagi ambil air untuk keluarga, jadi telat ke sekolah sehingga sering kena tegur ibu guru. Sore-sore pun harus ambil air lagi dengan kakak, saya ingin punya keran di rumah supaya kalau perlu ambil air cukup ambil di rumah saja," sebut Distin.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya